Angkasa Pura 2

Dirjen Hubdat: Truk yang Membawa Muatan Lebih dari 100% Kapasitas Normal akan Diturunkan

Koridor OtomotifKamis, 24 Mei 2018
IMG-20180523-WA0016

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Hubdat) Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi  mengatakan, pihaknya akan menegakkan aturan tegas terkait ambang batas  muatan truk di Indonesia.

“Truk yang kedapatan membawa muatan lebih dari 100% kapasitas normal akan diturunkan. Uji coba itu akan diterapkaan  saat arus mudik Lebaran 2018 nanti,” kata Dirjen Hubdat di Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Kebijakan tersebut akan dimulai dari dua jembatan timbang di Indonesia, yaitu Balonggandu, Losari, dan Widang Tuban. “Jika ada truk yang terbukti membawa muatan lebih dari 100%  akan diturunkan muatannya,” jelas Dirjen Budi.

“JT Balonggandu dan Widang akan menjadi proyek percontohan untuk mengatur dan mengelola truk dengan muatan lebih atau overload,” jelas Dirjen Budi.

Perang melawan ODOL khususnya  overload harus dimulai sejak sekarang dan dilakukan secara berkelanjutan. “Sudah banyak kerugian akibat kendaraan yang melebihi muatan itu,” sebut Dirjen Budi.

Salah satunya, papar Dirjen Hubdat, jalan cepat rusak dan butuh dana besar  untuk memperbaikinya. Selain itu, overload juga bisa memicu kecelakaan yang merenggut korban jiwa di jalanan.

Aturan Batas Muatan

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi lantas mengeluarkan aturan untuk membatasi volume truk di beberapa ruas jalan yang akan dilalui pemudik. Tujuannya agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan kelancaran pemudik.

“Kami sudah menginformasikan kepada asosiasi secara komprehensif. Beberapa kali ketemu dengan mereka dan sudah mempersiapkan (aturan),” ujar Menhub Budi Karya di  Jakarta.

Dikatakan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sudah melalukan diskusi soal aturan truk yang jika tidak ditata akan menghambat arus mudik Lebaran.

Budi Karya menerangkan, pihaknya sudah mengatur beberapa jadwal masuk dan keluar truk saat melintasi area mudik. Jadi, ada aturan mana yang boleh dan tidak boleh dilalui truk agar tidak mengganggu kelancaran pemudik menjelang Lebaran.

Dan terkait dengan kelancaran logistik, seperti ke pelabuhan dan kapal sandar, kata Budi, asosiasi truk sudah tahu kapan harus ke sana. “Mereka sudah kami informasikan,” tandas Menhub.(helmi)

loading...