Angkasa Pura 2

Jelang Angkutan Lebaran 1439 H/2018 Ditjen Hubla Uji Petik di Pelabuhan Gilimanuk

DermagaKamis, 24 Mei 2018
IMG-20180524-WA0010

JAKARTA (beritatrans.com) – Jelang Angkutan Lebaran 1438 H/2018, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melakukan uji petik terhadap kapal penumpang yang bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

“Uji petik di Pelabuhan Gilimanuk ini berjalan lancar dan secara umum semua kapal yang diperiksa dalam kondisi laik laut,” kata Ketua Tim Uji Petik Kapal di Pelabuhan Gilimanuk, Gigih Retnowati, di Jakarta, Kamis (24/5/2018).

Gigih mengatakan, Pelabuhan Gilimanuk sebagai salah satu pelabuhan penyeberangan terpadat menjadi salah satu pelabuhan yang dipantau oleh Ditjen Hubla.

Uji petik dilakukan secara random kepada kapal yang sedang sandar. Kapal-kapal tersebut antara lain KMP. Agung Wilis 1, KMP. Dharma Ruchita, dan KMP. Renny II.

“Uji petik terhadap tiga kapal tersebut tidak terdapat temuan mayor terkait keselamatan kapal,” kata Gigih yang juga menjabat sebagai Kasubdit Rancang Bangun, Stabilitas, dan Garis Muat Kapal Direktorat Perkapalan dan Kepelautan tersebut.

Meskipun demikian ada beberapa temuan minor seputar kelengkapan life jacket, operasional water sprinkler, pengaturan pengikatan kendaraan, latihan kondisi darurat terhadap kru, dan ketersediaan isyarat marabahaya.

“Temuan minor tersebut telah disanggupi operator dan pemilik kapal untuk dipenuhi sebelum masa angkutan lebaran dimulai,” ujar Gigih.

IMG-20180524-WA0011

Menurut Gigih, evaluasi terhadap pemenuhan rekomendasi Marine Inspector ini akan dilakukan oleh kantor unit pelayanan pelabuhan setempat, untuk kemudian dilaporkan ke Direktorat Perkapalan dan Kepelautan.

“Sanksi akan diberikan kepada kapal yang tidak memenuhi rekomendasi uji petik,” tegas Gigih.

Gigih dan tim marine inspector berharap kepada semua pihak turut bersama-sama mendukung terwujudnya keselamatan pelayaran.

“Kami telah berkoordinasi dengan kepala UPP Gilimanuk agar mengawasi secara ketat pemenuhan kelaiklautan sebelum kapal-kapal berlayar,” tuturnya. (aliy)