Angkasa Pura 2

Daya Saing Infrastruktur Indonesia Naik Signifikan

Bandara Dermaga Emplasemen KoridorJumat, 25 Mei 2018
IMG-20180525-WA0008

IMG-20180525-WA0007

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Daya saing infrastruktur Indonesia dalam tiga tahun terakhir ini meningkat signifikan. Peningkatannya menurut Staf Ahli Menteri Perhubungan Bidan Logistik, Multimoda, dan Keselamatan Transportasi Cris Kuntadi, berdasarkan data yang ada, mencapai 10 peringkat dari sebelumnya.

Hal itu disampaikannya dalam Konferensi 2nd Annual Transport Infrastructure di Vietnam 21-22 Mei 2018 dengan tema “Development of Transport Infrastructure in Indonesia”.

“Beberapa contoh kebijakan proyek strategis yang sedang dikembangkan di Indonesia antara lain Proyek Strategis Nasional (PSN), Proyek Nasional (PN), Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), Kawasan Industri (KI) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” jelas Cris.

Dalam membangun seluruh program infrastruktur tersebut, Pemerintah tidak memiliki cukup dana sehingga Pemerintah mengharapkan peran serta pihak swasta dalam membangun infrastruktur transportasi dengan berbagai skema, salah satunya adalah Public Private Partnership (PPP).

Pemerintah lebih fokus kepada pembangunan infrastruktur yang kurang menguntungkan dari sisi finansial, sedangkan proyek-proyek yang profitable dapat dikerjakan swasta.

“Prosedur PPP di Indonesia cukup mudah, dimana investor nanti dibantu oleh Kemenhub mulai tahap perencanaan hingga penandatanganan kerjasama proyek,” ungkapnya.

Namun begitu, dalam skema PPP juga terdapat risiko-risiko misalnya kepastian hukum, pengadaan tanah, pembiayaan, dan sebagainya. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk meminimalisir risiko-risiko tersebut.

Pada tahun 2018 kata dia, terdapat lima pilot project dengan skema PPP di bidang transportasi yaitu pembangunan jalur KA Makasar – Pare Pare, TOD Poris Pelawad, Bandara Komodo, Pelabuhan Penyebarangan Ketapang Margagiri, dan BPLJSKB.

Seperti diketahui, tema dari konferensi kali ini adalah fokus pada pembangunan yang saat ini sedang dilaksanakan serta direncanakan di kawasan Asia Tenggara terkait dengan peraturan/regulasi, kebutuhan pembiayaan dan teknologi yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur transportasi.

Tema ini akan memberikan manfaat bagi industri dilihat dari perspektif lokal maupun global dan juga akan menjadi ajang untuk menjalin kerjasama dan juga berbagi pengalaman dan memperluas capaian-capaian pada industri. (omy)