Angkasa Pura 2

Hari Ini, 2 Kapal Ternak Memulai Pelayaran Perdana dari Galangan PT Adiluhung

DermagaJumat, 25 Mei 2018
IMG-20180525-WA0005

SURABAYA (beritatrans.com) – Dua unit kapal khusus ternak secara resmi mulai melakukan pelayaran perdananya dari galangan kapal PT Adiluhung Saranasegara Indonesia di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (25/5/2018).

Peresmian dilakukan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Chandra Irawan yang mewakili Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo.

IMG-20180525-WA0010

Hadir pada kesempatan itu Direktur Utama PT Adiluhung Saranasegara Indonesia Anita Puji Utami, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Ira Puspadewi, Direktur Pengolahan Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Fini Murfiani, Kasubdit Angkutan Dalam Negeri Capt. Wisnu Handoko, Kabag Humas dan Organisasi Ditjen Hubla Gusrional, dan pejabat terkait lainnya.

“Untuk memenuhi kebutuhan dan menurunkan harga daging sapi di seluruh wilayah Indonesia, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan penyelenggaraan transportasi laut untuk hewan/ternak,” kata Chandra Irawan.

IMG-20180525-WA0009

Chandra mengatakan, salah satu wujud nyata dari upaya pemerintah itu adalah dengan membangun sarana dan prasarana transportasi laut untuk hewan ternak melalui pengadaan Kapal Khusus Pengangkut Ternak, di mana pada tahun anggaran 2015 – 2017 terdapat 5 unit Kapal Khusus Pengangkut Ternak yang telah dibangun.

“Kapal Khusus Pengangkut Ternak ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan kontrak pembangunan Kapal Khusus Pengangkut Ternak yang telah dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2015, yang dibangun oleh PT. Adiluhung Saranasegara Indonesia,” katanya.

IMG_20180525_162946

Pada kesempatan itu Chandra menjelaskan, distribusi ternak, terutama sapi, hingga kini masih belum optimal karena sampai saat ini, pengangkutan sapi dari berbagai daerah masih mengandalkan transportasi darat yang menggunakan armada truk dengan jumlah yang terbatas.

Hal ini kemudian menyebabkan terkendalanya pasokan/distribusi ternak menuju ibu kota Jakarta dan sekitarnya, yang merupakan pasar sapi terbesar di Indonesia. Sehingga akhirnya menyebabkan harga sapi menjadi lebih mahal dari yang seharusnya.

IMG_20180525_154054

“Harus kita pahami pula, bahwa mengirimkan sapi dari daerah tidak sama dengan mendistribusikan barang konsumsi lainnya. Ada risiko-risiko alam yang tidak bisa diprediksi, seperti misalnya sapi menjadi stres atau mati,” ujarnya.

Menurutnya, penyelenggaraan transportasi untuk hewan ternak haruslah berdasarkan dan berprinsip pada kesejahteraan hewan, sehingga penyusutan bobot hingga kematian ternak yang terjadi dapat diminimalisir.

IMG_20180525_154004

“Distribusi ternak yang bagus dan hemat dapat berdampak dengan menurunnya angka impor, sekaligus menekan harga sapi di pasaran,” tutupnya. (aliy)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono