Angkasa Pura 2

Moda KA Lebih Mahal dari Truk, YLKI: Pemerintah Harus Turun, Apa Yang Sebenarnya Terjadi

Koridor OtomotifJumat, 25 Mei 2018
Truk kontainer

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ini anomali dan ironis.  Jika sampai terjadi biaya angkutan barang dengan truk lebih murah dibandimgkan kereta api,  itu berarti  suatu  kemunduran.

“Pemerintah perlu turun tangan. Ada apa sebenarnya yang terjadi di lapangan,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Dikatakan, kalau pemerintah konsisten dengan upaya pemangkasan logistic fee seharusnya angkutan dengan kereta api lebih murah.

“Moda KA seharusnya lebih efisien, karena bisa menekan pungli di jalan raya dan usia jalan raya bisa lebih lama, tidak cepat rusak.  Selain itu kapasitasnya juga besar,” kilah Tulus lagi.

Oleh karena itu, YLKI mengusulkan, Pemerintah harus intervensi agar biaya logistik di kereta api lebih murah.

Meski harus diakui,  sebut Tulus, masing-masing moda baik KA atau truk mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

“Semua itu penting, jika pemerintah serius ingin menurunkan biaya logistik di Indonesia. Apalagi, pemerintah sudah investasi di bidang KA, sayang kalau hasilnya tidak ada,” papar Tulus.

KA Lebih Mahal 12.8%

Sebelumnya,  data Supply Chain Indonesia menyebutkan,  biaya pengiriman melalui kereta barang lebih mahal 12,8% dibandingkan dengan truk. Realisasi waktu juga lebih baik menggunakan truk.

Oleh karena itu, pengusaha enggan mengalihkan pengangkutan barang dengan menggunakan kereta api.

Selain itu, pengusaha tidak hanya mempertimbangkan biaya jasa kereta antarkota, tetapi juga bayaran pengiriman dari lokasi awal sampai tujuan akhir (end to end).

Melalui hitung-hitungan Supply Change Indonesia (SCI) pada 2016, total ongkos keseluruhan transportasi barang dengan truk dari Jakarta ke Surabaya menghabiskan dana sebesar Rp6,73 juta. Sedangkan dengan menggunakan kereta api pengusaha harus mengeluarkan biaya Rp7,6 juta. (helmi)

Foto: dok, ilustrasi