Angkasa Pura 2

Solidaritas Pensiunan Pertamina Sarankan Presiden Jokowi Tak Salam Pilih Dirut Pertamina

Energi SDMSabtu, 26 Mei 2018
Gedung Pertamina

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Solidaritas Pensiunan Karyawan Pertamina (eSPeKaPe) sebagai  perintis,  yang membangun dan membesarkan Pertamina, menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak salah memilih  Direktur Utama PT Pertamina (Persero) pengganti Ellia Massa Manik.

“Keputusan Tim Penilai Akhir (TPA) untuk Dirut Pertamina  di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).  Tanggung jawab moral kami selaku organisasi pensiunan Pertamina untuk menyarankan Presiden Jokowi untuk tak  keliru memutuskan  jabatan Dirut Pertamina yang baru,” kata Ketua Umum eSPeKaPe Binsar Effendi Hutabarat dalam keterangan persnya  di Jakarta, Sabtu (26/5/2018).

Kurang bagus membiarkan  BUMN sekelas Pertamina terlalu lama dikendalikan oleh seoramg pelaksana tugas (Plt). “Pertamina yang 100% sahamnya dipegang Pemerintah perlu kepastian. Mengigat,  produk Pertamina sangat strategis dan mengurus hajat hidup orang banyak,” ujar Binsar Effendi lagi.

Datan yang beradar,   saat ini ada beberapa nominasi dirut seperti  Nicke Widyawati, Plt Dirut Pertamina dan mantan Direktur Pengadaan Strategis 1 PT PLN (Persero).

Kemudian Hanung Budya Yuktianta, mantan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina pada 28 November 2014 dan mantan Dirut Pertamina Energy Limited (Petral) pada  September 2004.

“Kedua nama tersebut dinilai tak kredibel jika dipercaya memimpin sebagai  Dirut Pertamina. Kami sangat menyayangkan,”  ucap Binsar Effendi yang juga Ketua Dewan Penasehat Laskar Merah Putih (LMP) secara tegas. 

Nucke dan Hanung ?

Nicke,  menurut Ketua Umum eSPeKaPe bukanlah ahlinya di bidang minyak dan gas bumi (migas).  Sementara, Hanung adalah mantan Dirut Petral,  anak perusahaan Pertamina yang sudah dibubarkan Presiden Jokowi karena menjadi sarang mafia migas.

“Dalam kasus dugaan korupsi pembayaran jasa transportasi dan handling BBM fiktif oleh Pertamina Pemasaran dan Niaga kepada PT Ratu Energy Indonesia tahun  2010-2014, saat itu Hanung  yang menandatangani kontrak salam kapasitas sebagai Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina.

Dalam kasus ini, Hanung sudah dipanggil oleh Kejaksaan Agung karena adanya kerugian keuangan negara senilai Rp50 miliar.

Konon kabarnya, nama  Dirut Pelindo III juga masuk nominasi Dirut Pertamina, “Agak sulit dipercayabdia  bisa memimpin Pertamina.  Jauh panggang dari api.

“Sama saat tukang semen jadi juragan minyak dan sopir bajaj jadi sopir pesawat, baik Dwi Sutjipto maupun Ellia Massa Manik. Faktanya, mereka tak berumur panjang menjadi Dirut Pertamina” seloroh Binsar Effendi.

Concern eSPeKaPe terhadap Pertamina sudah jadi komitmen untuk kawal dan harga mati. “Maka upaya menyelamatkan Pertamina dari salah penempatan jabatan dirutnya tidak perlu ditawar-tawar lagi.

“Penugasan Pemerintah selaku pemegang saham dominan di Pertamina yang begitu banyaknya. Bagaimana kalau harus dipimpin  seorang dirut yang diragukan kredibilitasnya.  Tentunya bukan kemajuan yang dicapai, sebaliknya kemunduran yang dihasilkan,” tegas Binsar Effendi.(helmi)