Angkasa Pura 2

Belajar Dari Kasus Laka Flyover Kretek Bumiayu

Koridor SDMMinggu, 27 Mei 2018
Laka Maut Bumiayu1

FO Kretek Bumiayu

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kasus kecelakaan maut truk dengan muatan gula pasir di flyover (FO) Kretek, Bumiayu, Brebes hendaknya menjadi kasus terakhir khususnya di FO tersebut. Jangan sampai proiyek transpirtasi dibangun dengan biaya mahal taoi justru memicu kecelakaan yang tak diinginkan.

“Pemerintah harus belajar dan bisa mengambil hikmahnya. Proyek FO Kretek dibangun tanpa analisa mengenai dampak lalu linas (andalalin). Padahal, sesuai UU Andalalin harus ada sebelum proyek dimulai pembangunannya,” kata Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang Djoko Setijowarno menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Dikatakan, saat ini sedang diurus andalalin untuk proyek FO Kretek, Bumiayu. Tapi, seharusnya andalalin itu ada sebelum proyek itu dibangun. Proyek FO Kretek ada di jalan nasional, dan yang membangun adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). “Oleh karenanya, Kementerian PUPR seharusnya menyiapkan Andalalin ini,” jelas Djoko.

Dari hasil kunjungan ke lapangan oleh Tim Ditjen Hubdat dan para pemangku kepentingan termasuk pihak KNKT, sudah dikeluarkan rekomendasi awal untuk meningkatkan keselamatan lalin di daerah FO Kretek ini.

Yang paling mendesak dilakukan, menurut Djoko, adalah mengaplikasikan rekomendasi Ditjen Perhubungan Darat guna menghinbdari kasus naas itu terulang kembali. Puluhan orang meninggal dunia, tujuh rumah rusak dan beberapa sepeda motor dan mobil rusak diterjang truk naas itu.

“Menghadapi angkutan mudik Lebaran 2018, semua pihak terkait harus fokus pada peningkatkan keselamatan. Nyawa manusia harus menjadi prioritas, jangan sampai meninggal sia-sia di jalan raya,” papar Djoko.

Dari hasil pengecekan lapangan tersebut , pada Senin (21/5/2018), untuk mencegah terjadinya kejadian serupa, ambah Djoko, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi telah rekomendasikan antara lain:

1. Perbaikan superelevasi di persimpangan Jatisawit Bumiayu yang mengarah ke ringroad

2. Pembangunan beberapa lajur penyelamat di sisi kiri jalan dari arah fly over Kretek sampai simpang Jatisawit dan Pasar Bumiayu.

3. Penambahan jumlah rambu- rambu peringatan daerah rawan kecelakaan, warning light, dan himbauan penggunaan persneling rendah bila melintasi fly over Kretek sampai simpang Jatisawit dan Pasar Bumiayu.

4. Penetapan daerah fly over Kretek sampai simpang Jatisawit sebagai Zona Rawan Kecelakaan

5. Mengoptimalkan peran dan fungsi Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB/ Jembatan Timbang) dengan melibatkan pihak swasta dalam pengawasan kendaraan angkutan barang.(helmi)

loading...