Angkasa Pura 2

Mengantisipasi Mudik Lebaran dan Libur Panjang 2018

KoridorMinggu, 27 Mei 2018
ilustrasi mudik_lebaran

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan akan terjadi kenaikan arus mudik pada musim mudik Lebaran 2018 ini sebesar 10-15% dibandingkan mudik Lebaran 2017. Meraka akan menggunakan berbagai moda transportasi, dan yang paling favorit tetap moda transportasi darat.

“Perkiraan kenaikan jumlah pemudik tersebut mungkin tidak terlepas dari lamanya cuti bersama yang mencapai tujuh hari, atau total libur mencapai 10 hari, yaitu dari tanggal 11 hingga 20 Juni 2018,” kata Direktur Intsrans Darmaningtyas menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Minggu (27/5/2018).

Sementara, lanjut dia, cuti bersama akan berlangsung pada tanggal 11, 12, 13, 14, 18, 19 dan 20 Juni 2018, sedangkan Idul Fitri pada 15-16 Juni.

Prediksi Pemerintah, menurut Tyas, sapaan akrab dia, pemudik yang menggunakan moda darat mencapai 8,09 juta orang, menggunakan KA sebesar 4,63 juta orang, pengguna moda udara diperkirakan sebesar 5,75 juta orang, yang menggunakan transportasi laut sebesar 1,77 juta orang.

Selsnjutnya, pemudik dengan menggunakan sepeda motor diperkirakan mencapai 6,39 juta orang, naik dari tahun 2017 yang mencapai 4,78 juta orang.

Namun, boleh jadi lonjakan arus mudik tidak terlalu tinggi seperti yang diperkiraka. Lebaran tahun ini liburnya panjang, tapi bersamaan dengan masa pencarian sekolah atau kuliah baru.

“Bagi keluarga yang ekonominya pas-pasan, lebih baik mengalokasikan dana yang ada untuk mencari sekolah/bangku kuliah baru daripada untuk mudik,” jelas Tyas.

Menghadapi kemungkinan terjadinya kenaikan arus mudik tersebut, menurut Tyas, yang menjadi pekerjaan rumah pemerintah adalah menyiapkan infrastruktur dan sarana transportasinya.

Oleh karena arus mudik terbesar berasal dari wilayah Jabodetabek menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra; maka fokus perhatian pemerintah di koridor tersebut,” terang Tyas.

Terkait dengan kesiapan infrastrukturnya, menurut dia, keberadaan Tol Trans Jawa dan Trans Sumatra dijadikan sebagai jalur andalan arus mudik dari arah Jabodetabek menuju Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatra.

Sedangkan sarananya, selain menambah armada, baik untuk darat, KA, kapal laut, maupun udara; Pemerintah melalui Kemenhub mengadakan mudik gratis untuk pengguna sepeda motor. Mudik gratis kali ini tidak hanya ke Jawa saja, tapi juga ke arah Lampung.

Kuota Mudik Gratis Kapal Roro

Total kuota yang disiokan Pemerintah dan BUMN mencapai 31.000 seat lebih. Sejauh ini, kuota mudik dengan kapa roro masih banyak tersedia, dengan melayani tiga lintasa, yaitu Jakarta-Lampung, Jakarta-Semarang dan Jakarta-Surabaya.

Sebelumnya, Dirjen Hubdat Budi Setiyadi kepada pers pekan lalu mengatakan, kuota mudik gratis dengan kapal roro baru terisi sekitar 40%. Oleh karenanya, dia berharap warga masyarakat yang akan pulang mudik memanfaatkan fasilutas gratis yang disiapkan Pemeirntah ini.

“Jangan paksakan mudik dengan seoeda motor. Lebih baik ikut mudik dengan kapal roro ke kota terdekat, baru melanjutkan perjalanan dengan sepeda motor. Ini langkah cerdas sekaligus lebih aman dan selamat untuk merayakan Lebaran bersama keluarga besar di kampung halaman,” tandas Dirjen Budi.(helmi)