Angkasa Pura 2

YLKI, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa dan FOZ Galang Dana untuk Berangkatkan 99 Korban First Travel

Another News DestinasiSenin, 28 Mei 2018
Tulus Abadi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – YLKI dan Filantropi Indonesia berkolaborasi dengan Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, dan Forum Zakat (FOZ) bersinergi dalam menggalang dukungan untuk memberangkatkan 99 korban dhuafa yang terpilih.

Momentum bulan Ramadhan ini, mari berpartisipasi dengan berdonasi melalui Sharing Happiness atau Bawa Berkah. Salah satunya membantu memberangkatkan ke Tanah suci korban First Travel.

“Melalui dukungan sahabat, semoga dapat menjadi jalan untuk mewujudkan impian mereka Menggapai Tanah Suci. Berbuat Nyata Berbagi Bahagia Bersama Sharing Happiness dan Bawa Berkah,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Senin (28/5/2018).

Banyak kisah pilu, san banyak umat Islam Indonesia tak jadi berangkat menunaikan ibadah Haji dan Umrah karena tertipu Biro Pwrjalanan Haji First Travel. “Mereka kini terkantung-katung, padahal sudah puluhan juta uang mereka setor ke First Travel,” jelas Tulus.

Satu Kisah Pilu

Di usia 75 tahun, ibu Rina masih harus berkeliling kampung menjajakan nasi uduk dagangannya. Satu-satunya tempat impian yang ingin ia kunjungi untuk pertama dan terakhir kalinya ialah tanah suci Mekah.

“Seribu dua ribu rupiah hasil keuntungan nasi uduk ia simpan untuk mendaftarkan dirinya berangkat umroh,” papar Tulus menirukan.

Anak-anaknya pun turut membantu mengumpulkan biaya umroh untuk sang ibunda. Pada akhir tahun 2016 mimpi yang dinanti seakan sudah di depan mata, uang yang susah payah dikumpulkan akhirnya cukup untuk mendaftar umroh.

Bulan Februari 2016, menurut YLKI,  Ibu Rina dijanjikan berangkat ke Mekah. Segala keperluan untuk di sana dan oleh-oleh sudah dibelinya. Bahkan satu minggu sebelumnya hampir seluruh warga kampung diundang ke rumahnya untuk menghadiri acara syukuran keberangkatan.

Ternyata ibu Rina tak kunjung diberangkatkan, ia tak kuasa menahan amarah, sedih dan rasa kecewa, saat mengetahui bahwa ia menjadi salah satu korban penipuan travel umroh.

“Mimpinya kini hancur, kakinya lemas hingga terjatuh dan menyebabkan ia tidak dapat berjalan lagi. Ia malu dan enggan keluar rumah, setiap hari ibu Rina terus bertanya-tanya kapan ia bisa berangkat ke Mekkah,” terang Tulus.

99 Korban First Travel

Dia menambahkan, sahabat, Ibu Rina hanya 1 dari 99 korban travel umroh yang kami temukan, masih banyak korban lain dengan cerita menyentuh dan perjuangan yang luar biasa dalam mengumpulkan biaya untuk berangkat ke tanah suci, namun sayangnya berakhir sia-sia.

YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) memperkirakan masih banyak konsumen yang belum atau enggan melapor karena terdapat ribuan penyelenggara ibadah umroh baik yang resmi, tidak resmi, perorangan dan group.

“Sejak bulan Mei sampai Juli 2017 saja, pengaduan ke YLKI meningkat pesat, dari 159 orang menjadi 22.613 orang,” tegas Tulus.(helmi)