Angkasa Pura 2

Investigasi Laka Truk Bumiayu, KNKT Gaet Kalangan Ahli dan Akademisi Perguruan Tinggi

Aksi Polisi Koridor SDMJumat, 1 Juni 2018
KNKT truk laka Bumiayu

IMG-20180601-WA0009

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Tim Investigasi KNKT menggandeng tim ahli (joint investigation) dengan kalangan akademisi dari UGM, PKTJ Tegal, Ditjen Hubdat, Dishub Tegas, Korlantas Polri dan Dinas PUPR. Mereka akan melakukan investigasi bersama dalam kasus kecelakaan maut truk pembawa gula, di fly over (FO) Kretek, Bumiayu, Brebes, Jawa tengah pekan silam.

Pemimpin Tim Investigasi KNKT, Ahmad Wildan, ATD, MT saat dikonfirmasi BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (1/6/2018) mengatakan, pihaknya belum bisa menentukan kapan investigasi selesai.

Menurutnya, analisis yang diperoleh dari data-data faktual tersebut akan disinkronkan dengan tim akademisi dari UGM dan puhak lain yang akan turun ke lokasi bersama KNKT, pekan depan.

Pelibatan akademisi tersebut, terang Wildan, untuk mendapatkan hasil yang benar-benar ilmiah, bukan opini atau kira-kira. Ksimoulan ahir KNKT akan diolah dari hasil temuan fakta dan data di lapangan yang dianalisis secara akademis dan independen.

“Investigasi KNKT ini bukan untuk mencari siapa salah dan siapa benar. Hasil dari investigasi ini adalah berupa rekomendasi untuk para stakeholder terkait. Untuk perbaikan kedepan supaya (kecelakaan) tidak terulang,” kata Wildan.

Dalam waktu depan, yaitu Kamis (6/6/2018) mendatang akan dilakukan peermuan gabungan di Pendopo Pemkab Brebes. KNKT akan mempresentasikan hasil temuan di lapanan dan dihadiri semua pihak terkait, sekaligus melengkapi data dan fakta yang ditemukan di lapangan.

IMG-20180601-WA0008

Data Tak Memadahi

Sebelumnya, KNKT mengaku kesulitan menggali data dari bangkai truk yang mengalami kecelakaan dengan korban tewas 12 orang di Jalan Raya Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes.

Tim tidak mendapat data memadai lantaran kondisi bangkai truk sudah tidak seperti saat kecelakaan. “Untuk data kendaraan (truk), jujur kita tidak memperoleh banyak informasi karena kondisinya sudah tidak utuh seperti setelah kecelakaan,” kata Ahmad Wildan lagi.

Dikatakan, kondisi truk sudah diobrak-obrik dan banyak yang lepas, sehingga tim tidak memperoleh data penyebabnya apa sebelum kecelakaan, setelah kecelakaan atau efek ditarik saat dievakuasi dari tempat kejadian.

Tim investigasi KNK, jelas Wildan, belum berani menyimpulkan penyebab kecelakaan maut tersebut. “Kami belum bisa sebutkan apa-apa, terlalu dini kalau kita menyebut akibat rem blong atau kelebihan tonase. Kami masih tahap collecting data,” tukas dia.

Dia menambahkan, pengumpulan seluruh data faktual baik yang menyangkut kendaraan, kondisi jalan, dan lingkungan sekitar terus dilakukan tim KNKT. Selain itu, juga akan diambil data hasil wawancara dengan pengemudi dan warga sekitar.(helmi)

Foto: Dok,wildan knkt

loading...