Angkasa Pura 2

Polda Jawa Tengah Identifikasi Dua Titik Krusial di Jalur Tol Saat Mudik Lebaran

Aksi Polisi KoridorSabtu, 2 Juni 2018
Tjondro Kirono Jateng

3659296651

JAKARTA (BeritaTrans.ciom) – Polda Jawa tengah memberikan perhaitna khususa di jalur tol fungsional menjelang mudik dan balik Lebaran 2018. Yang pasti, Polda Jawa Tengah siap melayani dan menyukseskan arus mudik dan balik Lebaran tahun 2018/ 1439 H ini.

Titik krusial yang diidentifikasi Polda Jawa Tengah itu, adalah itu adalah “jembatan Kali Kuto, di ruas Batang-Semarang dan Jalun tol fungsional dari Salatiga-Boyolali,” sebut Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Tjondro Kirono seperti dilansir akun FB #Divisi Humas Polri.

Untuk itu, Polda Jawa Tengah bersama pihak terkait akan memantau bahkan menempatkan personel di lapangan untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan saat arus mudik dan balik Lebaran mendatang.

Sebelumnya, investigator KNKT Achmad wildan menyebutkan, ada beberapa titik krusial yang perlu diwaspadai menjelang mudik dan balik Lebaran nanti. “Mereka itu antara lain, ruas Jakarta-Cikampek, terutama di ruas pembangunan proyek infrastruktur masih masih berjalan itu,” katanya dalam perbincangan dengan BeritaTrans.com, kemarin.

Kedua, menjelang gerbang tol (GT) Palimanan dan beberapa GT berikutnya. “Hampir semua exit tol di Jawa Tengah berpotensi macet, karena terjadi pertemuan arus kendaraan dari tol dengan kendaraan di jalan arteri,” papar Wildan.

Selain itu, dia menambahkan, beberapa ruas tol fungsional yang belum selesai pembangunannya. Mereka tersebar mulai Batan-Semarang serta Salatiga-Boyolali dan Kartasuro.

Dari data yang dihimpun pers menyebutkan, beberapa titik krusial itu antara lan Jembatan Kali Kuto, Batang, beberapa titik di wilayah kendal harus diwaspadai dan siap dilakukan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

Kemudian titik GT Manyaran dan GT Krapyak, karena merupakan titik pertemuan kedua arah, baik dari tol dan jalan arteri. “Semua harus diwaspadai dan diantisipasi dengan baik,” sebut Wildan.

Jembatan Kali Kenteng

Selanjutnya, jalan tol fungsional antara Salatiga-Boyolali. Selain medannya yang cukup berat dan beberapa ruas tertentu belum selesai dibangun, maka pengguna jalan harus ekstra hati-hati.

“Titik paling krusial adalah Jembatan Kali Kenteng, yang diperkirakan sampai H-10 Lebaran nanti masih dalam tahan pengerjaan,” terang Wildan.

Untuk tujuan keselamatan, Wildan menambahkan, petugas haus disiapkan di sejumlah titik krusial dan siap membantu pengguna jalan jika dibutuhkan.

“Warga masyarakat pemudik juga harus sadar dan hati-hati. Perjalanan mudik kali ini harus selamat, setelah itu baru dilanjutkan ke acara lain, terutama merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman,” tegas Wildan.(helmi)