Angkasa Pura 2

Pemerintah Harus Selektif Memberikan Subsidi BBM

SPBU Solar

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pelaku usaha transportasi mengusulkan agar Pemerintah selektif memberikan subsidi bahan bakar minyak (BBM), terutama solar dan premium. Pastikan uang subsidi BBM yang dikucurkan APBN itu tepat sasaran.

“Subsidi untuk solar saat ini mencapai sekiutar Rp1,5 miliar per hari. dengan asumsi, saat ada 22.000 truk yang keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok, dan yang yang beroperasi separuhnya,” kata pemngusaha transportasi PO Bue Star H,Fauzi Hs menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, jumlah Rp1.5 miliar per hari itu hanya untuk konsumsi solar truk di Jakarta. rata-rata mereka mengonsumsi 100 lt per hari. Sementara jika ditambah dengan bus KAP/ AKDP, Metromini, Kopaja dan lainnya tentu nilainya akan lebih besar lagi.

Yang sanagt ironis, papar Fauzi, banyak orang kaya pemilik Fortuner, Pajero dan lainya yang masih mengonsumsi solar bersubsidi. “Kasus seperti ini perlu dicermati benar. Masa orang kaya disubsidi, rak adil sekali,” kilah Fauzie.

Apalagi jika kendaraan itu tak digunakan untuk hal-hal yang produktif, menurut dia, maka akan sangat mekukai hati rakyat kecil. “Subsidi salah sasaran itulah yang harus dicegah dan dihindari. Subsidi itu hanya layak untuk orang miskin,” sebut Fauzie.

“Subsidi memang harus diberikan untuk orang-orang miskin dan keluarga prasejahtera. Di sektor transportasi, hanya angkutan umum penumpang dan barang yang layak disubsidi,” papar Fauzi.

Oleh karena itu, Fauzi menambahkan, perlu ada skala prioritas dalam memberikan subsidi. “Jika subsidi BBM sering bocor dan tak tepat sasaran perlu difikirkan opsi yang lai,” terang dia.

Fauzi mengusulkan dana subsidi BBM bisa dialihkan untuk membangun infrastruktur dasar, seperti jalan, jembatan, bendungan dan jaringan irigasinya. Dengan begitu akan membuka lapangan kerja baru bagi penduduk,” urai dia.

Atau, menurut Fauzi, bisa memberikan subsidi langsung seperti beasiswa pendidikab bagi putra-putri berprestasi, pendidikan murah, kesehatan terjangkau dalam lainnya. “Yang pasti, subsidi itu langsung dirasakan rakyat miskin di Tanah Air,” urai dia.

Tambah Subsidi ?

Sebelumnya, Pemeritah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengusulkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) solar ditambah Rp1.500 menjadi Rp2.000.

“Pemerintah akan melakukan penyesuaian besaran subsidi BBM (khususnya Solar) dari Rp500/liter menjadi Rp 2.000/liter (naik Rp1.500/liter),” bunyi keterangan tersebut.

Penambahan besaran subsidi tersebut diusulkan menyusul perkembangan indikator migas (ICP dan nilai tukar Rupiah), gain pada penerimaan Migas, serta dampak perubahan kebijakan subsidi energi pada stabilitas harga, daya beli masyarakat, kegiatan badan usaha, dan kinerja APBN tahun 2018.

Guna menjaga stabilitas harga, pemerintah juga akan tetap menjaga pemenuhan pasokan BBM di dalam negeri hingga akhir tahun 2018, baik untuk di daerah Jawa dan Bali serta pada saat mudik Lebaran.

“Penyesuaian besaran Subsidi BBM (Solar) serta Subsidi Listrik untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA dalam pelaksanaan APBN tahun 2018 tersebut sejalan dengan UU APBN tahun 2018,” lanjut keterangan tersebut.(helmi)