Angkasa Pura 2

Puncak Arus Mudik, Kemenhub Imbau Truk Sumbu Tiga Tak Beroperasi di Tol Japek dan Janger

Koridor OtomotifRabu, 6 Juni 2018
IMG-20180606-WA0048

JAKARTA (beritatrans.com) – Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) mengimbau kendaraan angkutan berat, truk sumbu tiga atau lebih tak beroperasi saat puncak arus mudik dan balik Lebaran 2018, yang diperkirakan jatuh tanggal 8-9 Juni besok.

Dengan begitu, perjalanan pemudik lebih lancar dan mereka bisa merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. Kemenhub meminta masalah ini menjadi perhatian seluruh operator angkutan barang untuk tidak beroperasi.

“Prediksi puncak arus mudik dari  hasil survei itu terjadi tanggal 8-9 Juni 2018. Tentu semua akan dirugikan, angkutan barang itu juga akan lama sampai di jalan,” kata Direktur Angkutan dan Multimoda, Ditjen Perhubungan Darat, Cucu Mulyana di Kemenhub, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

Sekali lagi, lanjut Cucu,  kami mengimbau kepada operator truk angkutan barang untuk tidak beroperasi tanggal 8 dan 9 Juni 2018 khususnya di ruas tol utama menuju Jakarta atau sebaliknya.

Imbauan agar truk tak beroperasi, jelas Cucu berlaku untuk dua ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) dan tol Jakarta-Tangerang (Janger)  menuju Merak. “Sedang ruas tol yang lain dan jalan arteri nasional tak dilarang,” papar Cucu lagi.

Menurutnya, kita semua harus mengantisipasi dengan baik. Mudik mudik Lebaran  tahun ini sedikit berbeda. “Karena ada penambaham cuti Lebaran, puncak  arus mudik maju menjadi H-7 sampai H-6. Sebelumnya, waktu favorit pulang kampung adalah H-3 atau H-2 Lebaran,” aku Cucu.

Pemerintah melalui Kemenhub mengimbau kepada seluruh operator angkutan barang untuk tidak beroperasi di tanggal 8 dan 9 tersebut.

“Kalau misalkan dalam keadaan terpaksa operator beroperasi dan pada saat itu terjadi kemacetan tentu kepolisian akan melakukan diskresi (kandangkan),”  sebut Cucu.

Penindakan yang dilakukan oleh polisi dimaksudkan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas di perlintasan Mudik

“Kepolisian melakukan pengaturan supaya lalu lintas tetap lancar. Itu hal pokok yang kami sampaikan. Kami setelah ini langsung berkoordinasi baik dengan Kadin maupun dengan transporter operator angkutan barang,” ucapnya.

“Jika para operator angkutan barang mengabaikan imbauannya, maka dipastikan semua akan mendapat kerugian, baik para pemudik maupun para operator angkutan barang,” tegas Cucu.(helmi)

loading...