Angkasa Pura 2

Ramp Check di Jabodetabek, Masih Banyak Bus Tak Laik Jalan

Koridor OtomotifMinggu, 10 Juni 2018
IMG-20180609-WA0032

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan Pengelola Transportasi jabodetabek (BPTJ) bekerja sama dengan Dishub Pemprov DKI Jakarta menggelar ramp check guna memastikan seluruh kendaraan yang akan dioperasikan untuk angkutan Lebaran 2018 mulai AKAP/ AKDP dan AJAD laik jalan dan siap operasi.

Hasil ramp check gabungan BPTJ dan Dishub DKI Jakarta yang dilakukan antara tanggal 7 sampai Juni 2018 sebanyak 590 unit bus dinyatakan laik jalan, dan 820 bus tak lain jalan.

“Sedang total bus yang sudah selesai dilakukan ramp check adalah 1.400 unit bus di seluruh Jabdetabek,” kata Kahumas BPTJ Budi Rahardjo kepada beritaTrans.com di Jakarta, kemarin.

Dikatakan, ramp check ini akan terus dilakukan bahkan menjelang bus berangkat membawa penumpang dari seluruh terminal utama dan terminal bantuan di Jabodetabek akan kembali dicek petugas.

“Jika laik jalan, bisa langsung dioperasikan. Jika tak laik jalan, maka harus dilakukan perbaikan sesuai rekomendasi dari petugas di lapangan,” papar Budi.

Ramp check yang dilakukan BPTJ dan Dishub DKI Jakarta tersebut dilakukan di Terminal Pulogebang, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, Terminal Tanjung Priok, Terminal Rawamangun, Terminal Pinang Ranti, Terminal Grogol, Terminal Muara Angke, dan Terminal Lebak Bulus.

Angkutan Umum Harus Laik Jalan

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Keselamatan Ditjen Hubdat Ahmad Yani mengatakan, Pemeirntah akan bersikap tegas dan melarang operasi kendaraan yang tak laik jalan baik bus AKAP atau bus pariwisata yang digunakan untuk mengangkut emudik.

“Jika hasil ramp check tak laik jalan, maka bus itu tak akan diizinkan beroperasi,” kata Yani menjawab BeritaTrans.com, kemarin.

Untuk wilayah Jabodetabek, lanjut dia, ramp check bus angkutan Lebaran akan dilakukan BPTJ bekerja sama dengan Dinas Perhubungan terkait. Sementara, di luar wilayah Jabodetabek, ramp check akan dilakuan Ditjen Hubdat bersama Dishub dan BPTD di berbagai daerah di Indonesia.

Yani menambahkan, kepada perusahaan otobus (PO) yang mengoperasi kendaraan angkutan Lebaran untuk memenhi ketentuan terkait keselamatan.

“Semua aramada angkutan Lebaran dan SDM yang mengoperasikan harus laik jalan, dan bebas narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya,” tegas Yani.(helmi)