Angkasa Pura 2

Arus Mudik Lebaran Lancar, YLKI: Ini Hasil Rekayasa Lalu Lintas dan Libur Panjang

Aksi Polisi KoridorSelasa, 12 Juni 2018
Tulus-Abadi-YLKI-1

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kita patut berikan apresiasi pada pemerintah atas lancarnya mudik Lebaran, setidaknya sampai H minus tiga. Tak ada bencana kemacetan di jalan tol. Sekalipun di banyak ruas masih berupa tol fungsional sepanjang 293 km. 

“Pertanyaanya, apakah lancarnya arus mudik 100 persen karena adanya tol Trans Jawa,” kata Ketua YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Selasa (12/6/2018).

Dikatakan, tentu saja pengaruh tersebut ada, namun bukan satu-satunya. Bahkan bukan faktor dominan. Malah, jika ditelaah keberadaan tol Trans Jawa menurut

“Prediksi Kakorlantas Mabes Polri, Mayjend Pol Royke Lumuwa, akan memicu bangkitan lalu lintas dan artinya kemacetan tidak bisa dihindari. Bahkan tingkat kemacetannya bisa lebih parah daripada arus mudik Lebaran sebelumnya, 2017,” papar Tulus

Lalu kenapa arus mudik Lebaran 2018 terlihat lancar jaya? 

Ya, faktor dominannya adalah Pemerintah memperpanjang libur Lebaran. Sejak awal perpanjangan libur Lebaran memang didedikasikan untuk memperlancar arus lalu lintas.

“Alias sebagai instrumen rekayasa lalu lintas, _traffic engeenering_. Dengan perpanjangan libur Lebaran, pemudik menjadi leluasa untuk mengatur perjalanan mudiknya. Dan efeknya memecah dominasi arus mudik pada tanggal tertentu,” papar Tulus.

Dengan kata lain, kilah YLKI, jika libur Lebaran tidak diperpanjang maka, sebagaimana prediksi Kakorlantas Mabes Polri, maka sangat bisa jadi tol Trans Jawa justru menjadi “neraka” kemacetan bagi arus mudik Lebaran. 

Prediksi Kakorlantas adalah rasional, mengingat dominannya jumlah kendaraan pribadi roda empat sebagai sarana mudik Lebaran. Lihat data Kemenhub, mudik Lebaran 2017 jumlah pemudik dengan mobil sebanyak 3.190.000 unit.

Dan pada 2018 meningkat menjadi 3.720.000 unit mobil. Dengan peningkatan signifikan penggunaan mobil sebagai sarana mudik, praktis ruas tol tak akan mampu menampung lonjakan ranmor pribadi, terutama di loket-loket pembayaran.

“Jadi “juru selamat” atas lancarnya arus mudik Lebaran 2018, adalah hasil rekayasa lalu lintas, dengan memperpanjang libur Lebaran. Bukan karena (semata) eksistensi ruas tol Trans Jawa,” tandas Tulus.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari