Angkasa Pura 2

Cek Kereta Sleeper, Sesjen Minta Agar Penumpang Tidur Tidak Jadi Tontonan

EmplasemenRabu, 13 Juni 2018
image1

SURABAYA (beritatrans.com) – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Perhubungan Djoko Sasono meminta agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) lebih memperhatikan privasi para penumpang kelas luxury jenis sleeper.

“Karena ini ditujukan untuk orang yang mempunyai privasi yang tinggi, beberapa hal tadi kita diskusikan dan semoga manajemen memperhatikan ini. Salah satunya adalah mungkin karena untuk orang tidur, orang tidur kan ga sadar supaya tidak jadi tontonan. Yang kedua ada hal yang sifatnya privat mungkin itu perlu juga dijaga,” kata Djoko saat mengecek kereta luxury jenis sleeper di Stasiun Pasarturi, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (12/6/2018).

Meskipun demikian, Djoko menilai bahwa keberadaan kereta luxury sleeper menunjukan PT KAI memiliki standar pelayanan yang bagus.

“Ini menunjukkan adanya satu peningkatan pelayanan dengan menambah atau meningkatkan apa yang sudah baik,” ujar Djoko.

Lebih lanjut, Djoko menjelaskan kereta sleeper ini merupakan salah satu bentuk pilihan yang akan menjadi tren terbaru bagi masyarakat dalam menentukan moda transportasi.

“Tentu ini pasar untuk para penggemar kereta api untuk mencobanya dan saya tadi cek bagian reservasi tanggal 16 s/d 25 sudah full booked (penuh). Intinya ada suatu permintaan yang mungkin trennya bisa terus meningkat,” tambah Djoko.

Untuk dapat menaiki kereta sleeper ini, PT.KAI (Persero) membanderol dengan harga sebesar Rp. 900.000/penumpang. Terkait hal tersebut, Djoko mengungkapkan bahwa PT. KAI (Persero) sudah menghitung seluruh biaya sebelum menerapkan harga.

“Saya rasa PT.KAI sudah ada hitungannya sebelum menerapkan harga itu. Kalau dilihat sebenarnya untuk orang yang punya pertimbangan tertentu ini mungkin tidak mahal. Sebagai contoh daripada dia menginap di hotel di Jakarta, lebih baik menginap di kereta ini dan juga dapat fasilitas lainnya,” urai Djoko.(aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari