Angkasa Pura 2

Ditjen Perkeretaapian Nilai Moda Kereta Api Masih Jadi Primadona Pemudik Lebaran 1439 H/2018

EmplasemenKamis, 14 Juni 2018
IMG_20180612_093850

JAKARTA (beritatrans.com) Sesuai dengan prediksi yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan, pada penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun 2018, angkutan kereta api tetap menjadi pilihan favorit masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik, khususnya bagi pemudik yang lebih meyukai menggunakan jalur darat untuk melakukan perjalanan mudik.

Dari Rencana Operasi Angkutan Lebaran 2018 (Renop Angleb 2018) untuk angkutan kereta api, tahun 2018 ini diprediksi mengalami kenaikan jumlah penumpang sebanyak ± 3% dibandingkan tahun 2017 lalu.

Prediksi kenaikan penumpang ini, hampir mendekati dengan kondisi yang terjadi di lapangan, karena berdasarkan data PT.KAI (Persero) sebagai operator angkutan KA, hingga H-2 Lebaran tahun 2018 ini telah diberangkatkan sebanyak ±10.005.923 penumpang KA menuju daerah tujuan.

Apabila dibandingkan dengan H-2 tahun 2017 lalu, penumpang yang diberangkatkan sebanyak ± 9.835.377, mengalami kenaikan ± 2%. Para penumpang KA ini diberangkatkan dengan seluruh layanan kelas KA yang ada, baik itu ekonomi, bisnis, eksekutif maupun KA Lokal.

Hingga H-1 Lebaran tahun 2018 ini, berdasarkan pada rekomendasi dari kegiatan KAIS (Kereta Inspeksi) maupun rampcheck pada bulan April dan Mei lalu, telah dilaksanakan berbagai perbaikan dan peningkatan pelayanan perjalanan KA. Berdasarkan pantauan di lapangan yang dilaksanakan oleh tim Ditjen Perkeretaapian, kondisi stasiun-stasiun yang ada, kebersihan maupun kenyamanannya terus dijaga dan diperhatikan oleh SDM Perkeretaapian yang bertugas.

Di berbagai stasiun tersebut, juga sudah tersedia fasilitas kesehatan untuk para pemudik yang membutuhkan perawatan kesehatan. Untuk memberi rasa aman bagi para pemudik, kerjasama telah dilakukan bersama pihak aparat keamanan (POLRI dan TNI) dengan mendirikan posko-posko kemanan di berbagai stasiun serta penambahan personil keamanan di atas kereta api.

Kondisi serupa juga dapat ditemui di atas kereta api yang mengangkut pemudik. Selain fasilitas pendingin udara, untuk para pemudik juga disediakan makanan secara gratis untuk berbuka maupun sahur. Ketepatan waktu perjalanan kereta api pun terus dipantau sehingga para pemudik bisa tiba sesuai dengan waktu perjalanan yang direncanakan.

Selain itu, tim Ditjen Perkeretaapian bersama dengan tim PT.KAI (Persero) juga mendirikan posko-posko terutama untuk memantau serta mengawasi daerah rawan bencana maupun perlintasan sebidang yang rawan kecelakaan.

Dirjen Perkeretaapian, Zulfikri mengatakan bahwa “Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan untuk memastikan perjalanan mudik penumpang kereta api dapat berjalan dengan aman, lancar dan tentunya selamat sampai tujuan, sehingga para pemudik bisa berbahagia merayakan Lebaran di daerah tujuan. Selain Angleb untuk penumpang KA, tahun 2018 ini Pemerintah juga kembali menyelenggarakan Angkutan Motor Gratis dengan KA.

Semenjak dibuka pada awal Februari lalu, jumlah total peserta motis yang motornya akan diangkut pada arus mudik dan arus balik mencapai ± 18.228 peserta. Sedangkan untuk peserta motis contraflow sebanyak ± 1.056 peserta. Dari total kuota sebanyak 19.136 yang disediakan oleh Pemerintah di tahun 2018 ini, sudah hampir 100% kuota tersebut terpenuhi, terutama pada Lintas Selatan 1 dan Lintas Selatan 2. Sedangkan Lintas Utara sudah mencapai ± 92%,” ujar Zulfikri.

Zulfikri menambahkan, kapasitas motis untuk contraflow ini masih banyak tersedia, “kami menghimbau agar para pemudik dengan sepeda motor ini mau memanfaatkan dengan baik program motis ini, dengan beralih menggunakan Motis KA ini”. Selamat merayakan Idul Fitri 1439 H. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari