Angkasa Pura 2

22 Korban KM Sinar Bangun Ditemukan 4 Meninggal Dunia

Aksi Polisi Dermaga KoridorKamis, 21 Juni 2018
WhatsApp Image 2018-06-20 at 16.37.48

JAKARTA (BeritaTrans.com)- Sampai Rabu (20/6/2018) siang, dilaporkan total korban kecelakaan kapal KM Sinar Banging 5 di Danau Toba yang sudah ditemukan sebanyak 22 orang, dan sebanyak 4 korban meninggal dunia.

“Korban yang diselamatkan 21, meninggal dunia 3 korban dan sedang dilakukan indentifikasi oleh Polda,” jelas Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta Rabu.

“Ada tambahan korban yang ditemukan jam 14.20 tadi 1 orang wanita, meninggal dunia. Jaraknya kurang lebih 3-5 km. Jadi 4 korban meninggal itu ditemukan antara 3-4 km dari titik koordinat pertama ditemukan korban,” tambah Kepala Basarnas Marsdya Muhammad Syaugi.

Penanganan pasca kecelakaan yang dilakukan saat ini adalah akan dilakukan peningkatan kualitas keselamatan seluruh operator kapal motor pelayaran di Danau Toba, pemberian 5000 life jacket dari Kementerian Perhubungan kepada operator kapal motor.

Kemudian melakukan audit keselamatan terhadap semua kapal yang beroperasi di Danau Toba, dan akan dilakukan renovasi kualitas dermaga dan infrastruktur pada 5 dermaga di Danau Toba yaitu di Dermaga Ambarita, Ajibata, Simanindo, Tigaras, dan Muara.

“Untuk penanganan pasca kecelakaan, sepakat akan dilakukan peningkatan kualitas keselamatan seluruh operator kapal motor pelayaran di Danau Toba. Kemudian dari Kemenhub akan memberikan 5000 life jacket kepada operator kapal motor.”

“Selanjutnya melakukan audit keselamatan terhadap semua kapal yang beroperasi di Danau Toba, dan akan dilakukan renovasi kualitas dermaga dan infrastruktur pada 5 dermaga di Danau Toba,” ungkap Menhub.

Menyusul kejadian kecelakaan yang terjadi, saat ini kapal-kapal yang berlayar di Danau Toba belum diperbolehkan berlayar sampai dengan aspek keselamatan terpenuhi. Kecuali Kapal Roro Sumut 1 dan Sumut 2.

“Sampai saat ini kapal belum diperbolehkan berlayar sampai dengan aspek keselamatan terpenuhi. Kecuali Kapal Roro Sumut 1 dan Sumut 2 untuk kegunaan pertolongan,” tutup Menhub.

Dalam kegiatan ini Menteri Perhubungan didampingi oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Djoko Sasono, Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Arif Toha, serta Kepala Basarnas Muhammad Syaugi.(Helmi)