Angkasa Pura 2

Kasus KM Sinar Bangun, Menhub: Komit Selesaikan Pencarian Korban Hilang

Aksi Polisi Dermaga Hankam KoridorKamis, 21 Juni 2018
WhatsApp Image 2018-06-20 at 16.37.46

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah berkomitmen untuk sekuat tenaga mencari korban yang hilang, KM Subaru Banging yang tenggelam di Danau Toba, Senin (18/6/2018) silam. Pemerintah juga akan melakukan reformasi pada peraturan yang berlaku, dan melakukan investigasi terhadap pihak-pihak terkait apabila ada suatu pelanggaran peraturan yang dilakukan.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi beserta beberapa stakeholder terkait melakukan Press Conference terkait kecelakaan KM Sinar Bangun 5 di Jakarta, Rabu (20/6/2018).

“Kami sampaikan bahwa pemerintah berkomitmen untuk, pertama, sekuat tenaga untuk mencari korban-korban yang hilang. Kemudian kedua kami berniat untuk melakukan suatu perbaikan dan reformasi terhadap peraturan yang berlaku,” jelas Menhub.

Dan terakhir akan melakukan investigasi, terhadap pihak-pihak apabila ada suatu pelanggaran terhadap peraturan yang ada.

Sampai dengan saat ini pemerintah beserta stakeholder terkait seperti Basarnas, KNKT, Kepolisian, TNI, dan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten sudah melakukan pembagian tugas dengan membentuk beberapa tim untuk menangani kecelakaan ini.

“Tim-tim ini terbagi menjadi Tim pendaftaran orang hilang yang terindikasi sebagai penumpang, tim pencarian dan pertolongan, tim pencari fakta penyebab kecelakan, tim penanganan korban yang meninggal dunia maupun selamat, tim pemulangan korban, dan tim media center,” paper Menhub.

“Saya sampaikan kami ada beberapa tim, diantaranya ada tim pencarian itu dibawah Basarnas, tim penelusuran itu dibawah KNKT. Ketua KNKT masih di sana, besok saya akan temui dan kita akan diskusi lebih detail,” jelas Menhub Budi.

Penanganan kasus kecelakaan KM Sinar Bangun 5 akan dilakukan selama 7 hari, dan akan ditambahkan 3 hari lagi jika memang masih dirasa kurang cukup. Di lokasi, Pemerintah Daerah Kabupaten Simalungun sudah menyiapkan dapur umum.

“Penanganan ini akan kami lakukan selama 7 hari, jika dianggap diperlukan akan ditambah lagi 3 hari. Pemkab Simalungun juga sudah menyiapkan dapur umum di lokasi,” imbuh Menhub.(helmi)