Angkasa Pura 2

Inovasi Teknologi dan Management Traffic Perlancar Arus Mudik dan Balik Lebaran 1439 H/2018

KoridorSabtu, 23 Juni 2018
IMG-20180623-WA0003

images (18)

JAKARTA (beritatrans.com) – Inovasi teknologi dan management traffic lebaran yang dilakukan PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara konsisten berdampak positif terhadap kelancaran, kenyamanan, dan keamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 1439 H/2018.

Pengguna jalan tol mengapresiasi langkah-langkah cerdas yang dilakukan BUMN tersebut.

“Kami menyiapkan infrastruktur, sarana dan prasarana termasuk kesiapan SDM yang dapat mendukung goals pelaksanaan arus mudik balik Lebaran dengan melakukan koordinasi dengan stakeholder utama (Kementerian PUPR, Kemenhub, POLRI, Kemenkes, dan Pertamina) sejak jauh-jauh hari,” kata Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani dan Direktur Sumber Daya Manusia & Umum Kushartanto Koeswiranto, di Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

Menurut Desi, Jasa Marga melakukan persiapan dan inovasi-inovasi teknologi dari berbagai lini, seperti pelayanan transaksi, lalu lintas, informasi, kesiapan jalur fungsional serta pengaturan di rest area menjadi fokus utama perhatian manajemen Jasa Marga.

Desi mengemukakan, tingginya lonjakan kendaraan tidak menyurutkan semangat #JMSiaga. Terbukti, dengan adanya sinergi, koordinasi dan kerja sama antar seluruh pihak, segala krisis dapat teratasi dengan baik.

Kushartanto mengemukakan, keberhasilan Jasa Marga tersebut tidak terlepas dari dukungan dan peran serta stakeholder terkait, baik dari unsur Pemerintahan, Kepolisian maupun pengguna jalan yang sangat kooperatif dalam mematuhi arahan petugas dan menyiapkan perjalanan dengan baik.

“Untuk itu kami berterima kasih kepada Kepolisian dan pihak terkait serta pengguna jalan yang mendukung arus mudik dan balik tahun ini berjalan dengan baik,” papar Kushartanto.

Saat ditanya apa saja yang dilakkan sehingga arus mudik dan balik lancar dan nyaman? Kushartanto menyebutkan, selain melakukan koordinasi dengan stake holder, pihaknya melakukan pantauan progress jalur mudik melalui kunjungan lapangan berkali-kali untuk memastikan jalan tol dapat digunakan pada arus mudik dan balik Lebaran

Kemudian, lanjutnya, penyiapan infrastruktur ruas-ruas yang sudah beroperasi dengan menambah kapasitas lajur dan gardu serta pelayanan lalu lintas dan saluran komunikasi seperti RAMS (Rest Area Monitoring System), RTMS, VMS, CCTV, Videotrone serta LJT, PJR, rescue, dan ambulans.

“JM juga menyiapkan pelayanan transaksi dengan menambahkan mobile reader, titik-titik top-up uang elektronik dan layanan gerak Perbankan terkait 100% non tunai. Pelayanan di Rest Area dengan mengatur lalu lintas zonasi rest area, penambahan toilet mobile, bekerjasama dengan Pertamina mengadakan BBM kemasan,” ujar Kushartanto.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Operasi II Subakti Syukur menjelaskan, selain menyiapkan invoasi teknologi dan management traffic, Jasa mMarga juga menyiapkan petugas operasional eksisting di masing-masing Cabang dan Anak Perusahaan.

Jasa Marga juga menambah satgas JM Siaga dengan jumlah sekitar 300 orang, termasuk karyawan fungsional dan struktural yang terbagi di wilayah operasional Jawa Barat hingga Jawa Timur serta di luar Pulau Jawa seperti Medan dan Bali.

“Mereka diberikan pembekalan pelatihan dan manual-manual SOP memitgasi resiko-resiko dan sebagainya. SDM-nya sudah kita latih, kita masukkan budaya Jasa Marga baru, yakni agility, karya, harus lincah, spartan, profesional, integrity dan costumer fokus. Ini nilai budaya yang harus jadi perilaku karyawan Jasa Marga Group,” papar Kushartanto.

Rest Area
Pada angkutan lebaran kali ini, rest area bisa dinikmati pemudik dengan nyaman, dan tidak menjadi penyebab kemacetan seperti tahun sebelumnya.

Hal ini karena Jasa Marga menyediakan total 67 rest area termasuk rest area sementara di ruas fungsional dan parking bay, membuat zonasi rest area untuk mengarahkan lalu lintas sesuai dengan kebutuhan dengan memisahkan lajur dedicated ke SPBU, toilet, mushola dan tempat makan.

Kemudian, lanjut Subakti Syukur, menambah mobile toilet dengan jumlah yang memadai khusus untuk wanita, menambah VMS info ruang parkir yg tersedia di akses masuk rest area dalam bentuk RAMS (Rest Area Monitoring System), memastikan kebersihan dan keamanan rest area, termasuk bersih dari pungli, melengkapi informasi di rest area dengan videtrone, termasuk koord dng aparat keamanan utk bersama-sama mengatur pengaman rest area.

Jumlah Kendaraan
Kushartanto mengemukakan, dari H-8 hingga H-1 Lebaran ada sebanyak 720.245 kendaraan yang meninggalkan Jakarta ke arah Timur melalui GT Cikarang Utama.

Sementara akumulasi volume lalu lintas arus balik sejak H+1 hingga H+3 Lebaran yang melewati GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah sejumlah 336.706 kendaraan. Jumlah ini naik sebesar 57% dari jumlah lalu lintas normal 214.195 kendaraan.

Akumulasi volume lalu lintas arus balik sejak H+1 hingga H+4 Lebaran yang melewati GT Cikarang Utama Jalan Tol Jakarta-Cikampek adalah sejumlah 461.609 kendaraan. Jumlah ini naik sebesar 62% dari jumlah lalu lintas normal 285.594 kendaraan.

Hingga H+4 Lebaran, pemudik yang telah kembali ke Jakarta dari arah Timur yang melewati GT Cikarang Utama adalah sebesar 64%, masih ada 36% yang belum kembali. “Yang belum balik jak masih 36%. Jadi kita masih antisipasi beberapa hari kedepan,” kata Kushartanto.

Subakti Syukur mengemukakan, management traffic lebaran akan terus diimprove setiap tahun. “Tahun 2019 case-nya akan sedikit berbeda karena Transjawa sudah full operasi koneksinya.

Sukses arus mudik dan balik tak terlepas dari peran masyarakat terutama pengguna jalan tol.

Jasa Marga berterima kasih kepada masyarakat yang telah mematuhi berbagai himbauan Pemerintah. Jasa Marga juga sangat berterima kasih kepada selurus stake holder utama spt diatas yang sangat solid baik dari persiapan maupun implementasinya pengendalian arus mudik 2018,” kata Desi Arryani.

Apresiasi Publik
Kelancaran arus di jalan tol dirasakan Sunarto, warga Jatiwaringin, Bekasi.

“Saya pulang ke Jakarta setelah lebaran di Semarang pada H+4 atau tanggal 20 Juni 2018 pukul 08 pagi. Terus terang saya stress karena jalan tol Cipali sampai Cikarang Utama pasti macet. Ternyata lalin begitu lancar mulai dari Cipali sampai Cawang. Ini karena kebijakan satu arah. Saya berterima kasih kepada Jasa Marga, dan stake holder karena memberlakukan kebijakan satu arah,” ujar Sunarto.

Hal sama disampaikan Erlina dan Indah, keduanya juga merasakan jalan tol aman dan nyaman.

“Pada H-2 Lebaran atau tanggal 13 Juni 2018 Pukul 06.00 WIB saya mudik ke Solo. Awalnya saya yakin Japek dan Cipali macet, ternyata lancar jaya. Padahal sebelumnya macet. Namun karena contra flow akan diberlakukan di KM 143+00 Tol Cipali arah Cikopo, lalin lancar. Ini semua karena hasil kerja keras, koordinasi antar lembaga dan keputusan tepat yg diambil para pemangku kepentingan baik Kepolisian, Jasa Marga dan instansi pendukung lainnya,” kata Erlina.

Erlina dan Indah mengemukakan, secara khusus kami ucapkan Terima Kasih kepada @Irjen Pol Royke Lumowa @Brigjen Pol Chrysnanda DL @Jasa Marga dan semua pihak sehingga arus mudik tahun ini begitu baik dan juga angka kecelakaan begitu turun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (aliy)