Angkasa Pura 2

Mudik Lebih Baik, Tyas: Perjalanan Semarang-Jakarta Ditempuh 12 Jam

KoridorSabtu, 23 Juni 2018
Darmaningtyass

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Penyelenggaraan angkutan mudik Lebaran 2018 dapat dikatakan sukses dan lancar karena terbebas dari momok kemacetan. Kemacetan memang sempat terjadi pada 12 hingga 13 Juni di sejumlah ruas tol Jakarta-Cikampek-Cipali, tapi dapat segera diurai dengan menerapkan sistem contraflow.

Demikian disampaikan Ketua Bidang Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Darmaningtyas saat dikonfirmasi BeritaTrans.com, di Jakarta,  Sabtu (23/65/2018).

Menurut dia, selama 30 tahun terakhir, kemacetan selalu menjadi momok bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Tahun 2016 lalu sempat muncul kasus ‘Brexit’, kemacetan yang terjadi Tol Pejagan-Pemalang menyebabkan setidaknya 17 orang meninggal dunia.

Momok tersebut, lanjut dia, tidak lagi terjadi terutama di jalur  pantura Jawa.  Kemacetan yang ada hanya kasuistis sifatnya dan bisa segera di atasi, sehingga tidak memicu kemacetan berkepanjangan.

 ”Mudik Lebaran tahun ini lebih baik, kemacetan  yang ada tidak sampai menjadi momok,” kata Tyas, sapaan akrab dia.

Daripada disebut macet, menurut dia, jauh lebih tepat bila kondisi yang terjadi adalah perlambatan selama arus mudik Lebaran 2018.  Selanjutnya segera bisa diatasi oleh petugas di lapangan.

Kondisi pelambatan lalu lintas itu lebih karena meningkatnya volume arus kendaraan dibandingkan hari biasa, sehingga membuat kendaraan yang melintas di jalan tol bergerak lebih lambat dari biasanya.

“Kalau dari pengamatan saya dan yang saya alami, yang terjadi bukan kemacetan tapi perlambatan,” ujarnya.

Sebagai gambaran, papar Tyas, ketika melakukan perjalanan balik dari Semarang menuju Jakarta pada 19 Juni lalu, ia mengaku, hanya membutuhkan waktu 12 jam.

Dalam kondisi normal, waktu tempuh yang dibutuhkan untuk menembus jarak kedua kota sepanjang 432,75 kilometer itu selama 10 jam.

“Perjalanan itu jauh lebih cepat dan menyenangkan dibandingkan mudik periode sebelumnya. Kalaupu  ada pelambatan itu hanya sebentar dan cepat-cepat bisa diatasi,” terang Tyas.

Pamong dari Perguruan Taman Siswa itu mengajak semua  komponen bangsa berfikir jernih demi kebaikan bersama di masa mendatang. Semua bisa berkontribusi sesuai bidang tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Yang pasti, kita masih harus kerja keras dengan melibatkan semua komponen bangsa untuk Indonesia yang lebih baik. Termasuk di bidang transportasi seperti mudik Lebaran ini,” tandas Tyas.(helmi)