Angkasa Pura 2

Menhub Apresiasi Ketepatan Waktu Penerbangan Selama Angleb Meningkat

Bandara KokpitSenin, 25 Juni 2018
IMG_20180625_133555

IMG_20180625_133555

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi meningkatnya ketepatan waktu penerbangan selama masa angkutan Lebaran (angleb).

“Saya apresiasi meningkatnya ketepatan waktu penerbangan dan terjadi peningkatan jumlah penumpang hingga di atas enam persen,” jelas Menhub pada Apel Penutupan Posko Terpadu Angleb di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Seperti diketahui, pada masa angleb yang selesai Ahad (24/6/2018), menghasilkan dampak yang positif bagi operasional penerbangan nasional. Ada beberapa catatan kesuksesan yang ditorehkan moda transportasi udara ini selama masa angkutan Lebaran yang dimulai dari 7 Juni – 24 Juni 2108 (H-8 s/d H+8).

Diantaranya terkait tingkat ketepatan waktu yang membaik, dipatuhinya batasan tarif batas atas dan semakin menurunnya laporan pilot terkait balon udara di lintasan pesawat.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso dalam Evaluasi Angkutan Lebaran 2018 menyampaikan bahwa koordinasi pengawasan pelayanan angkutan udara selama angleb 2018 memberikan efek positif terhadap tingkat ketepatan waktu (on time performance/ OTP) maskapai penerbangan. Terbukti adanya peningkatan OTP selama angkutan lebaran 2018 dibandingan OTP harian.

“Dari sisi tarif, selama masa angkutan lebaran 2018 ini juga tidak terdapat Badan Usaha Angkutan Udara Berjadwal (BUAUNB) atau maskapai penerbangan berjadwal yang menerapkan tarif di atas 100 persen dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan dalam Peraturan Menteri Perhubungan no. PM 14 Tahun 2016,” papar Agus.

IMG_20180625_122648

Dalam masa angleb juga tidak ada maskapai yang menerapkan biaya tambahan berupa asuransi perjalanan, pesanan makanan, pilihan tempat duduk tertentu dengan tambahan layanan seperti makanan dan minuman dan lain-lain yang tidak sesuai dengan Surat Persetujuan Menteri Perhubungan yang telah diberikan.

Selain itu, dengan gencarnya sosialisasi melalui media elektronik dan media sosial, serta sweeping atau penindakan yang dilakukan bekerjasama dengan pihak AirNav dan Kepolisian setempat membuat jumlah laporan pilot terkait balon udara di lintasan penerbangan cenderung berkurang.

“OTP maskapai selama Lebaran ini rata-rata 78,12 persen, naik dari rata-rata harian yang hanya sebesar 74,88 persen. Upaya yang kita lakukan di antaranya dengan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan reservasi jauh hari sebelum keberangkatan, penyederhanaan pola rotasi pesawat, serta penyediaan informasi tentang jadwal keberangkatan di bandar udara, membuahkan hasil yang positif,” urai dia.

Maskapai yang berhasil mencatatkan hasil terbaik adalah Batik Air dengan OTP 91,33 persen. Kemudian disusul oleh Garuda 90,23 persen, Citilink 86,4 persen, Indonesia AirAsia 85,46 persen, NAM Air 85,39 persen, TransNusa 82,95 persen, Indonesia AirAsia Extra 82,27 persen, Sriwijaya 76,28 persen, Travel Express 70 persen, Wings 69,76 persen, Lion 64,32 persen, Susi Air 50,18 persen dan Trigana 40,06 persen.

Selama masa angleb, terdapat 13 maskapai berjadwal yang beroperasi dengan jumlah armada sebanyak 538 pesawat. Terdapat penambahan bandara yang dipantau oleh Ditjen Hubud yaitu Bandara Domine Eduard Osok – Sorong. Penambahan bandara ini didasarkan pada hasil evaluasi bahwa pergerakan jumlah penumpang berangkat di bandara tersebut mengalami peningkatan selama Lebaran tahun-tahun lalu.

Sementara itu, pemeriksaan atau ramp check pada maskapai penerbangan berjadwal dan tidak berjadwal juga dilakukan di 36 (tiga puluh enam) lokasi bandara pemantauan. Jumlah pemeriksaan pesawat udara sebanyak 2.882 pemeriksaan dan pemeriksaan per individual (registrasi PK) sebanyak 599 pesawat. (omy)