Angkasa Pura 2

Menhub Minta BPJT Bangun Rest Area di Jalan Tol Tiap 20 Km

KoridorSenin, 25 Juni 2018
Rest_Area

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi akan meminta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) untuk membangun rest area di ruas jalan tol seperti Jakarta-Cikampek (Japek) dab Cipali setiap 20 km. Pengalaman selama mudik Lebaran 2018 setiap rest area menjadi menjadi titik kemacetan dan memicu pelambatan laju kendaraan selanjutnya.

“Pengamatan kami rest area di tol Jakarta-Cikampek relatif sudah bisa teratasi dengan baik. Untuk Tol Cipali karena memang kurang dan titik lelah atau mau ke toilet itu di Tol Cipali. Kita akan merekomendasikan kepada BPJT untuk diberlakukan pada korporasi setiap 20 km,” kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Senin (25/6/2018).

“Jika korporasi seperti PT Jasa Marga tidak mau, kami menganjurkan BPJT untuk mengambil alih serta menginvestasikan dengan membuat parking bay,” ujar Menhub lagi

Menhub berharap jumlah rest area sudah bertambah pada saat angkutan Natal dan Tahun Baru 2019. “Hal ini untuk memberikan pelayanan kepada pengguna tol untuk beristirahat ataupun mengisi bahan bakar kendaraannya,” jelas Menhub.

Kendaraan di Jalur Arteri Menurun

Dalam kesempatan sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi melaporkan jumlah kendaraan roda empat mapun roda dua baik yang keluar maupun masuk pada jalur non tol atau jalur arteri.

Penghitungan jumlah kendaraan ini dilakukan di 4 titik jalan yaitu Jakarta-Merak, Jakarta-Pantura, Rancaekek-Bandung-Tasik-Ciamis dan Sadang-Purwakarta.

Untuk kendaraan yang masuk pada H-8 sampai H2 pada tahun 2017 sebesar 1.003.79 mobil dan pada tahun 2018 sebesar 992.363 mobil atau turun sekitar 1%. “Sedangkan jumlah kendaraan mobil yang keluar pada tahun 2017 sebanyak 1.2255.905 mobil, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 1.620.179 mobil atau turun sebesar 13,4%,” jelas Dirjen Budi.

Pada kendaraan roda dua atau sepeda motor, kendaraan yang masuk pada tahun 2017 sebanyak 814.936 motor dan tahun 2018 sebanyak 607.855 motor. “Untuk motor yang keluar tahun 2017 ada 843.471 motor dan tahun 2018 sebanyak 689.762 atau turun 18%,” tandas Dirjen Budi.(helmi)

loading...