Angkasa Pura 2

Mudik Lebaran 2018 Lancar dan Selamat, Menhub Sampaikan Apresiasi Pada Para Pihak

Aksi Polisi KoridorSenin, 25 Juni 2018
IMG-20180625-WA0015

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menhub Budi Karya Sumadi menuturkan PT Jasa Marga berperan dan pihak terkait berperan sangat signifikan dalam membantu kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2018. Mudik Lebaran tahun ini lebih baik, dengan indikator kecematan kendaraan lebih tinggu, waktu tempuh lebih cepat dan jumlah korban kecelakaan juga turun.

BUMN jalan tol itu menambahkan jumlah gardu pada Gerbang Tol Cikarang Utama. “Gardu tol suatu rekor, biasanya mengoperasikan 31 gardu. Sekarang beroperasi 34 gardu. Jadi memang Jasa Marga bersama Polri luar biasa berdiskusi dengan Kemenhub untuk memberikan keputusan diskresi untuk mempermudah pemudik,” jelas Menhub di Jakarta, Senin (25/6/2018).

Selain penambahan gardu tol, Jasa Marga juga memberikan layanan mobile reader serta top up (pengisi ulang) untuk kartu tol elektronik. Layanan mobile reader yaitu petugas tol jemput bola membantu pengendara yang akan membayar tol dengan mesin EDC (Electronic Data Capture) sehingga tidak terjadi antrian di gerbang tol. Sedangkan untuk top up, PT Jasa Marga menambah mesin pengisi ulang sebanyak 5 di gerbang Tol Cikarut.

Sementara, Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani yang mengatakan bahwa gerbang Tol Cikarang Utama mampu mengatasi kepadatan kendaraan pada H+3

“Pada Tol Jakarta-Cikampek rekor 1 shift tertinggi biasanya 38.000 namun pada H+3 lebaran kemarin mencapai 56.000 mobil dan 1 hari tertinggi jumlah kendaraan biasanya 116.000 namun kemarin mencapai 130.000.”

“Ternyata Gerbang Tol Cikarang Utama mampu menangani dengan antrian kira-kira paling tinggi 20-25 kendaraan,” kata Desi lagi.

Kecepatan Kendaraan Naik

Terkait kecepatan kendaraan, Menhub menuturkan bahwa terjadi peningkatan kecepatan di jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek). “Hal lain yang signifikan berkaitan dengan kecepatan. Kecepatan di Jakarta-Cikampek KM.32 itu semula pada tahun 2017 yaitu 69 km/jam, dan 2018 menjadi 86 km/jam. Ini berarti ada kenaikan 25%. Sedangkan untuk mudik dari 72 km/jam menjadi 82 km/jam. Menurut catatan ada yang lebih dari itu. Hal tersebut diluar kecepatan atau percepatan yang ada di Tol Cipali maupun fungsional,” tutur Menhub.

Untuk jumlah korban kecelakaan, dari data yang yang dihimpun PT Jasa Marga telah terjadi penurunan jumlah korban kecelakaan di ruas tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, Jagorawi, Purbaleunyi, Palikanci dan JORR.

Tercatat korban luka ringan pada tahun 2017 sebanyak 49 orang, pada tahun 2018 menjadi 20 orang, jumlah korban luka berat tahun 2017 sebanyak 9 orang dan tahun 2018 sebanyak 4 orang, sedangkan jumlah korban meninggal tahun 2017 ada 2 orang dan tahun 2018 yaitu 1 orang.

Apresiasi Pihak Terkait

Menhub juga mengapresiasi para stakeholder terkait yang terlibat dalam penyelenggaraan mudik lebaran 2018 baik Kementerian/Lembaga, BUMN serta Swasta yang telah membuat terselenggaranya mudik lebaran dengan lancar.

“Saya mengapresiasi stakeholder dari mudik lebaran 2018 yang terdiri dari TNI, Polri, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN juga Kementerian Lingkungan Hidup, Dishub, Pemda, Pertamina yang telah membantu dalam penyelenggaraan mudik lebaran 2018 ini berjalan dengan baik,” tutur Menhub.(helmi)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari