Angkasa Pura 2

Jangan Hanya Selama Asian Games, Kebijakan Baru BPTJ Kata Pengamat Ini Harus Diterapkan Selamanya

KoridorSelasa, 26 Juni 2018
IMG_20180626_125609

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengamat dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyampaikan bahwa kebijakan baru yang dikeluarkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) terkait pelaksanaan Asian Games idealnya harus diterapkan selamanya.

“Sayang bila hanya diterapkan selama pelaksanaan Asian Games, ini sudah cukup baik dan dapat diterapkan selamanya demi kelancaran arus lalu lintas jalan di Jakarta,” ujar Djoko kepada BeritaTrans.com, Selasa (26/6/2018).

Seperti diketahui, BPTJ mengeluarkan tiga kebijakan baru. Pertama Kebijakan Manajemen Rekayasa Lalu-Lintas mencakup perluasan kebijakan ganjil genap di jalan arteri DKI Jakarta (sesuai usulan Dishub DKI Jakarta) dari semula hanya di Jl. M.H. Thamrin, Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Gatot Subroto, diperluas hingga Jl. Benyamin Sueb, Jl. Ahmad Yani, Jl. D.I. Panjaitan, Jl. S. Parman, Jl. Rasuna Said, Jl, MT, Haryono dan Jl Metro Pondok Indah.

“Kebijakan ganjil genap ini diperuntukkan bagi kendaraan pribadi dan berlaku setiap hari Senin-Minggu pukul 06.00-21.00 WIB,” jelas Kepala BPTJ Bambang Prihantono.

Perluasan juga diberlakukan pada kebijakan ganjil genap di Pintu Tol yaitu penambahan di Pintu Tol Tambun dari semula hanya Bekasi Barat dan Bekasi Timur (Jalan Tol Jakarta Cikampek) serta penambahan di Pintu Tol Dawuan dari semula hanya Pintu Tol Cibubur (Jalan Tol Jagorawi).

Untuk pengaturan kendaraan pribadi diberlakukan juga kebijakan buka tutup gerbang tol prioritas. Penutupan pintu tol akan dilakukan di gerbang terpadat yang mengalami kecepatan kurang dari 40 km/jam, V/C ratio lebih dari 1, antriannya panjang mencapai 200 meter dan jarak antargerbang tolnya berdekatan.

Penutupan pintu tol prioritas ini akan diterapkan bervariasi dari pukul 06.00 – 17.00 WIB dan pukul 12.00 – 21.00 setiap harinya. Penutupan pintu tol diprioritaskan untuk rute Wisma Atlet Kemayoran, Gelora Bung Karno (GBK), Velodrome Rawamangun dan Cibubur.

“Bila kebijakan ini dilanjutkan, maka tak perlu menunggu lama, arus lalin di Jakarta akan semakin baik dan kemacetan berkurang lebih banyak,” ungkap Djoko. (omy)

loading...