Angkasa Pura 2

Jaga Kualitas Udara Selama Asian Games Harus, BPTJ Gunakan Angkutan Umum dan Dikawal

Koridor Lingkungan & KehutananKamis, 28 Juni 2018
bambang-prihartono_20180626_163303

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan Bambang Prihartono mengatakan kadar CO2 yang berada di lingkungan olah raga harus kurang dari 50 persen.

“Kita harus menekan kadar CO2 dibawah 50 persen dari sekarang. Satuan milinya saya engga hafal tapi kita harus menekan 50 persen di bawah itu,” kata Bambang di Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (26/6/2018).

Oleh karena itu, lanjut dia, Pemerintah melalui BPTJ dan pihak terkait akan meminimalisir penggunaan kendaraan bermotor di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) dan sejumlah venew atau tempat pertandingan baik di Jakarta, Bandung serta Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Untuk itu, Bambang Pri mengaku, pihaknya  bekerja sama dengan pihak Dinas Perhubungan (Dishub)  DKI Jakartq dan jajaran terkait meminimalisir kendaraan dengan melakukan rekayasa lalu lintas.

Kawasan GBK  harus steril dari kendaraan bermotor termasuk para atlet dan official  serta tamu undangan yang datang ke lokasi itu harus meninggalkan  kendaraan jauh dari lokasi atau naik kendaraan umum yang sudah disiapkan oleh pihak panitia.

Dikawal dari Wisma Atlet

Sementara,  papar Bambang Pri,  para atlet dan official Asian Games akan diangkut dengan kendaraan umum dan dikawal dari Wisma Atlet ke venew pertandingan dan sebaliknya.

“Mereka akan melintas di tol dan dikawal petugas serta disiapkab lajur khusus sehingga bisa tiba tepat waktu. Target perjalanan maksimal 30 menit sampai ke tujuan,”  jelas Bambang Pri.

Selanjutnya, papar dia, pihaknya akan menyiapkan rekayasa lalin di sejumlah titik di Jakarta salah satunya dalam rangka masalah ketepatan waktu dan kemudian untuk menekan C02.

Bukan hanya itu, pembatasab kendaraan dengan skema ganjil genap akan diperluas di beberapa jalan arteri di Kota Jakarta. Jalur tersebut terutama jalan-jalan yang akan dilalui atlet menuju GBK atau venew pertandingan di berbagai titik di Jakarta.

“Melalui kebijakan itu, diharapkan masyarakat Jakarta dan sekitarnya mau naik dan angkutan umum. Tidak ada kemacetan lalu lintas, dan kualitas udara di Jakarta dan sekitarnya makin bersih dan sehat,” tegas Bambang Pri.(helmi)

loading...