Angkasa Pura 2

Penumpang Angkutan Laut Lebaran 2018 Tembus 3,6 Juta

DermagaSenin, 2 Juli 2018
IMG-20180702-WA0016

IMG-20180702-WA0018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sepanjang penyelenggaraan angkutan laut Lebaran 2018 (1439H) H-15 (31 Mei 2018) hingga H+15 (1 Juli 2018) tercatat penumpang sebanyak 3.600.679 orang.

Jika dibandingkan dengan realisasi angleb tahun sebelumnya sebanyak 3.432.540 penumpang maka pada tahun 2018 ini terjadi peningkatan hingga 4,58 persen.

“Posko angleb 2018 yang berada di kantor pusat Kementerian Perhubungan maupun di 52 UPT di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut yang pelabuhannya dipantau selama penyelenggaraan angkutan laut lebaran tahun 2018 resmi ditutup hari ini,” jelas Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Chandra Irawan di Jakarta, Senin (2/7/2018).

Chandra menjelaskan bahwa pelabuhan yang mengalami lonjakan penumpang paling tinggi selama angleb ini adalah pelabuhan Batam dengan jumlah penumpang yang dilayani sebanyak 462.410 orang penumpang.

Selanjutnya, untuk pelabuhan tersibuk kedua setelah Batam, terang Chandra, adalah Pelabuhan Tanjung Balai Karimun dengan jumlah penumpang yang dilayani sebanyak 296.290 orang, disusul oleh Pelabuhan Tanjung Pinang dengan jumlah 252.549 orang penumpang.

“Alhamdulillah, secara umum penyelenggaraan angkutan laut di seluruh wilayah Indonesia pada masa lebaran tahun 2018 (1439 H) telah berjalan dengan aman, selamat, tertib dan nyaman. Meskipun terjadi kenaikan penumpang di beberapa pelabuhan tetapi tidak terjadi adanya penumpang di pelabuhan yang tidak terangkut oleh kapal-kapal penumpang yang beroperasi selama masa angkutan lebaran,“ urainya.

IMG-20180702-WA0017

Selain itu, dari hasil pemantauan CCTV terhadap 52 pelabuhan yang dipantau secara real time oleh Posko angleb dilaporkan tidak terjadi hal-hal atau kejadian yang luar biasa.

“Lancarnya angleb tidak terlepas dari koordinasi yang baik dengan semua instansi terkait yang meliputi disiplin petugas dalam melaksanakan pengawasan di lapangan sehingga penyelenggaraannya sesuai slogan Ditjen Perhubungan Laut, Pastinya!! Yaitu Pelayaran Aman, Selamat, Tertib dan Aman,” tuturnya.

Seperti diketahui, Posko angleb Laut 2018 memiliki durasi waktu pelaksanaan lebih lama dibandingkan Posko Angkutan Lebaran Terpadu Kementerian Perhubungan yang dimulai H-7 (8/6) dan telah berakhir pada H+7 (25/6).

Perbedaan disebabkan faktor pelayaran kapal dari satu titik ke titik lainnya yang memakan waktu lebih lama bila dibandingkan moda transportasi lainnya. (omy)

loading...