Angkasa Pura 2

Titik Krusial Transportasi di Jakarta Selama Asian Games 2018

Aksi Polisi KoridorSenin, 2 Juli 2018
Darmaningtyass

JAKARTA (BeritaTrans.com) – ASEAN GAMES 2018 akan berlangsung dari 18 Agustus sampai 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Pemerintah RI melalui Kementerian PUPR telah membangun Perkampungan Atlet di Kemayoran Jakarta Pusat, di atas lahan 10 hektar yang memiliki 7.424 apartemen dan mampu menampung 22.272 jiwa.

Sedangkan perkampungan Atlet di Palembang ada di Jakabaring Sport City dan menampung 3.000 atlet dan offisial. Dipilihnya Indonesia sebagai penyelenggara Asian Games ke-18 ini setelah Pemerintah Vietnam mengundurkan diri sebagai tuan rumah terpilih.

Namun menurut hemat penulis, perkampungan atlet yang memusat di Kemayoran Jakarta Pusat, sementara tempat bertanding (venue) ada di Jakarta Selatan itulah yang justru merupakan titik krusial pelaksanaan ASIAN GAMES 2018, terutama terkait dengan mobilitas para atletnya.

Tidak ada jaminan bahwa perjalanan dari Wisma Atlet menuju ke venue dan sebaliknya dapat ditempuh selama 30 menit seperti yang diminta oleh panitia, mengingat kondisi lalu lintas di Jakarta begitu macetnya dan pada saat pelaksanaan ASEAN GAMES nanti juga tidak kosong.

Hasil Test Event

Berdasarkan pengaturan lalu lintas saat dilakukan test event, rentang waktu perjalanan dari Wisma Atlet menuju venue, antara yang tercepat dengan yang terlama terlalu jauh. Sebagai contoh, waktu perjalanan Wisma Atlet – Gelora Bung Karno (GBK) yang tercepat adalah 22 menit, tapi terlama 75 menit (jam sibuk sore).

Sedangkan waktu tempuh Wisma Atlet – Padepokan Pencak Silat TMII tercepat 27 menit dan terlama 45 menit (jam sibuk pagi). Untuk arah sebaliknya saat jam puncak sore, waktu tempuh mencapai 90 menit.

Dalam test event tersebut perjalanan atlet dan official dari Wisma Atlet menuju venue dan sebaliknya menggunakan Jalan Tol Dalam Kota (JTDK), disertai pengawalan dari Kepolisian dan Dinas Perhubungan, serta penempatan petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan di lokasi-lokasi potensi konflik lalu lintas di luar jalan tol.

Menurut jadwal sementara (mengacu jadwal ASIAN GAMES 2014, karena jadwal baru belum ada), sesi pertandingan pertama dimulai pukul 09.00 dan sesi pertandingan terakhir dimulai pukul 18.30.

Ini artinya perjalanan atlet dari wisma menuju venue pada pagi hari bersamaan dengan jam perjalanan kerja di Jakarta, demikian pula perjalanan atlet yang tanding terakhir menuju ke venue bersamaan dengan jam pulang kerja.

Kita bisa bayangkan kondisi lalu lintas Jakarta yang akan terjadi pada saat itu kalau sejumlah JTDK ditutup untuk lewat para atlet, tentu akan menimbulkan kegaduhan yang amat serius,bahkan mungkin sampai pada class action.

Perluasan Ganjil Genap

Sejumlah alternatif yang ditawarkan untuk rekayasa lalu lintas guna memperlancar arus perjalanan para atlet itu adalah perluasan penerapan Ganjil Genap (Gage) dari jam 06.00 – 21.00 di sejumlah ruas jalan yang dilalui.

Untuk Rute 1 Wisma Atlet – Gelora Bung Karno, JCC Hall sepanjang 22 km Gage diterapkan di ruas Jl. Benyamin Sueb, Gatot Subroto, Jl. Sudirman, Jl. MH Thamrin, Rasuna Said, dan MT. Haryono.

Dengan skenario seperti itu, waktu tempuh simulasi 27 menit dari waktu tempuh eksisting 70 menit. Sedangkan saat kembali dari GBK dan JCC Hall menuju wisma waktu tempuh simulasi 25 menit dari waktu tempuh eksisting 58 menit.

Rute 2 Wisma Atlet – JIEXPO Kemayoran (3,1 km) dan sebaliknya, serta Rute 3 Wisma Atlet – Eco Park Ancol (6,6 km) dan sebaliknya tidak krusial karena lokasi dekat dan waktu tempuh simulai 10-16 menit saja, masih ideal. Gage hanya diterapkan di Jl. Benyamin saja.

Rute 4 Wisma Atlet – JIEP Pulomas (16,9 km) waktu tempuh simulai 24 menit dari waktu tempuh eksisting 37 menit, dan saat balik waktu tempuh simulasi 22 menit. Gage diterapkan di Jl Benyamin Sueb dan Jl Ahmad Yani.

Rute 5 Wisma Atlet – Velodrome (19,3 km) waktu tempuh simulasi 26 menit dan sebaliknya waktu tempuh simulasi 24 menit. Sedangkan Rute 6 Wisma Atlet – Padepokan Pencak Silat TMII (31,1 km) waktu tempuh simulai 28 menit dan kembalinya 26 menit.

Rute 7 dan 8 merupakan rute terpanjang. Rute 7 adalah Wisma Atlet – Lapangan Golf Pondok Indah (40,8 km), sedangkan Rute 8 Wisma Atlet – GOR POPKI Cibubur (39,3 km). Waktu tempuh simulasi Rute 7 berangkat 38 menit, dan kembalinya 33 menit.

Ganjil Genap diterapkan Jl. Benyamin Sueb dan Jl. Metro Pondok Indah. Sedangkan waktu tempuh simulasi Rute 8 mencapai 30 menit dan kembalinya 29 menit dengan syarat penerapan Ganjil Genap Jl Benyamin Sueb, Jl. Ahmad Yani, dan Jl. DI Panjaitan.

Semua simulasi yang dipaparkan oleh konsultan itu mensyaratkan penutupan sejumlah pintu tol dengan waktu yang berbeda, ada yang dari pukul 06.00-17.00 WIB, tapi ada pula antara pukul 12.00-21.00 WIB, serta pelarangan truk melewati tol dalam kota.

Sebagai kompensasinya, Pemprov DKI Jakarta menyediakan layanan angkutan umum 1.300 bus yang dikelola oleh PT Transjakarta dan 166 bus sekolah. Diharapkan, Asian Games 2018 dapat menjadi momentum untuk memaksa warga Jakarta menggunakan angkutan umum. Langkah ini tepat.

Masalahnya adalah Pemerintah sendiri menargetkan ada 170.000 wisatawan asing yang akan datang menyaksikan laga Asian Games. Jika target wisatawan asing tercapai, maka armada angkutan umum yang ada hanya pas untuk mencukupi kebutuhan angkutan para penonton lokal dan asing saja, sedangkan warga yang melakukan perjalanan sehari-hari belum tentu dapat terangkut.

Ini masalah besar, karena jalur mereka ditutup, tapi sarana angkutan umumnya tidak mencukupi.
*(Darmaningtyas, Ketua INSTRAN dan Ketua Bidang Advokasi MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia/hel)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari