Angkasa Pura 2

Banyak Truk Overload, Ini Dampak Negatif Yang Ditimbulkan

Koridor OtomotifSelasa, 3 Juli 2018
IMG-20180703-WA0037

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kendaraan truk yang mengalami overdimensi  dan overload (ODOL) berdampak negatif dan merugikan keuangan negara selain dampak sosial ekonomi bagi masyarakat.

Inftrastruktur jalan cepat rusak dan laju kendaraan menjadi lambat. Dampaknya jelas, waktu tempuh lama, boros bahan bakar minyak (BBM) dan polusi udara makin parah.

Jalanan macet, sebut saja  di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek). Hampir sepanjang hari macet,  penyebab utamanya karena kendaraan truk ODOL berjalan sangat  lambat dan berdampak pada kendaraan di belakangnya bahkan menjadi macet.

“Perjalanan  Jakarta-Bandung normalnya bisa diakses dengan kecepatan 60-70 km/jam. Namun karena banyak truk besar yang melintas lambat,  kecepatan truk di tol kini menjadi  maksimal 40 km/ jam. Jakarta-Bandung pun harus ditempuh selama lima jam,” kata Menhub saat Deklarasi Anti ODOL di Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Pengemudi lainnya harus menyesuaikan kecepatan dengan truk besar. “Tapi karena ada truk overloadakibatnya hanya bisa 40 km/jam, perjalanannya jadi empat sampai lima jam, ini yang harus diperbaiki,” kata  Menhub lagi.

Oleh karena itu, papar dia, nwgara harus hadir dan bertindak mencegah kondisi tersebut terus terjadi. “Saya bersyukur, hari ini Kemenhub dan seluruh stakeholder sepakat mencegah dan melawan ODOL ini,” papar Menhub Budi.

Setelah deklarasi anti ODOL ini, Menhub  mengajak semua pihak untuk mendukung dan mengambil peran dalam pemberantasan ODOL ini. “ODOL harus dicegah dan dihentikan. Jika tidak, citra Indoneaia sebagai bangsa makin terpuruk dan kerugian negara makin besar,” tandas Menhub didampingi  Dirjen Hubdat Budi Setiyadi itu.

Kerugian Negara

Data secara ekonomi menyebutkan, setiap tahun negara rugi Rp 43 triliun akibat harus memperbaiki jalanan yang rusak akibat truk obesitas.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi menambahkan,  setiap tahun pemerintah perlu mengeluarkan anggaran besar untuk memoles kembali jalan tol yang rusak akibat sering dilalui oleh truk kelebihan muatan.

“Setiap tahun negara rugi Rp43 triliun akibat truk obesitas, kita usahakan permasalahan tersebut akan bisa terselesaikan tahun 2018,” kata Budi Setiyadi.

Dirjen Hubdat berharap ke depan di setiap pintu tol tersedia jembatan timbang agar truk-truk obesitas tidak bisa lewat jalur tol

“Kita harapkan semua jalan tol, dan ini terdekat kita harapkan masih Japek (Jakarta-Cikampek),” tandas Dirjen Budi.(helmi)

loading...