Angkasa Pura 2

Kemenhub Bersama Pihak Terkait Tabuh Genderang Perang Melawan ODOL

Koridor OtomotifSelasa, 3 Juli 2018
IMG-20180703-WA0022

IMG-20180703-WA0019

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) menyatakan perang melawan overdimensi dan overloading (Odol). Genderan perang sudah ditabuh, ditandai dengan deklarasi sepakatan bersama melawan Odol, oleh para puhak baik instansi Pemerintah, assosiasi dan pihak terkait lainnya.

Penandatanganan Komitmen Bersama Pelaku Usaha Transportasi dalam Tertib Angkutan Barang “Zero Overdimensi dan Overloading” disaksikan Menhub Budi Karya Sumadi di Kementerian Perhubungan Jakarta, Selasa (3/7/2018).

IMG-20180703-WA0025

Deklarasi tersebut dibagi menjadi, dua yaitu instansi Pemerintah, yang diwaliki Dirjen Hubdat Budi Setiyadi, Kakorlantas Polri Irjen Royke Lumowa, wakil dari Mahkamah Agung (MA), dan Wakil dari Kejaksaan Agung RI.

Sementara, dari assosiasi yang menandatangani antara lain Ketua DPP Organda Ivan Kamadjaja, Ketua Aptrindo Gemilang Tarigan, Ketua Gaikindo Kukuh Wibowo, wakil assosiasi lainnya.

Dirjen Hubdat Budi Setiyadi dalam laporannya menyebutkan, pihaknya akan melakukan penindakan terhapan pelanggaran Odol mulai pekan depan. Targetnya, akhir tahun 2018, penertiban Odol sudah selesai. Ditjen Hubdat juga akan dilakukan bersama pihak terkait seperti Korlantas Polri, Kementerian PUPR dan pihak lainnya.

“Setelah deklarasi ini, pekan depan akan dilakukan penindakan. Kendaraan yang melanggar Odol akan ditindak, kalau di jalan arteri nasional di jembatan timbang, dan di jalan tol akan bekerja sama dengan pihak operator jalan tol,” kata Dirjen Hubdat.

IMG-20180703-WA0036

Kerugian Capai Rp43 Triliun

Menhub Budi Karya dalam sambutanya mendukung penuh dan memberikan apresiasi atas perhatian dan kerja sama semua pihak dalam gerakan penertiban Odol ini. Butuh sinergi dan kerja beras bersama pihak terkait untuk menertibkan dan menberantas Odol di jalanan di Tanah Air.

“Deklarasi penertiban Odol ini merupakan langkah awal yang baik. Kemenhub bersama pihak terkait termasuk pelaku ushaha komit menertibkan Odol demi kebaikan bersama, terutama meningkatkan keselamatan dan dampak negatai lain yang ditimbulkan di jalan raya,” kata Menhub.

Dikatakan Menhub, kerugian atau dampak negataif akibat Odol sangat besar. “Biaya pembangunan jalan sebesar hanya Rp26 triliun. Sementara, biaya untuk pemeliharaan jalan sebesar justru mencapai Rp43 Triliun,,” sebut mantan Dirut AP II itu,

Kerusakan jalan tersebut, menurut Menhub, salah satunya diakibatkan oleh angkutan barang yang overdimensi dan oveloading baik di jalan arteri nasional atau jalan tol di berbagai daerah di Indonesia.

“Untuk menangani hal tersebut (Odol), Kemenhub akan menertibkan angkutan barang yang overdimensi dan overloading sehingga kerusakan jalan, kecelakan lalu lintas atau kerusakan jembatan dapat dihindari,” tegas Menhub.(helmi)

loading...