Angkasa Pura 2

Jelang Asian Games, Polri Lakukan Operasi Preman Termasuk di Stasiun, Terminal dan Pelabuhan

tito karnavian

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kapolri Jend M.Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk membersihkan kejahatan jalanan hingga tuntas. Mabes Polri menaruh perhatian lebih pada kejahatan jalanan di Ibu Kota dan Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) menjelang kompetisi olahraga Asian Games 2018.

“Kita akan adakan operasi kejahatan jalanan atau premanisme termasuk terminal, stasiun, kemudian pelabuhan dan lain-lain,” kata Tito di PTIK Jakarta, Rabu (4/7/2018).

Tito menuturkan ada 4 wilayah yang menjadi prioritas operasi penanganan kejahatan jalanan yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan (Sumsel), Banten dan Jawa Barat (Jabar).

“Conditioning sebelum Asian Games. Prioritas empat wilayah: DKI, Sumsel, Banten, Jabar. Kapoldanya sudah saya perinyahkan untuk melakukan operasi mandiri kewilayahan, tapi nanti di-anev (analisis dan evaluasi) Mabes Polri,” ucap Tito lagi.

Dia menambahkan, Mabes Polri sudah melakukab langkah-langkah persiapan terutama di daerah rawan kejahatan menjelang dan selama perhelatan Asian Games 2018.

“Ini sudah menjadi atensi saya, kemarin saya sudah  video  conference dengan seluruh kapolda dan jajaran Mabes Polri,” kata Tito seperti dilansir laman detik.com.

Seperti diketahui, berbagai aksi penjambretan belakangan ini marak terjadi di Jakarta. Salah satu yang menjadi korban penjambretan adalah Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin saat bersepeda pada Minggu (24/6).

Polisi berhasil menangkap dua pelaku bernama Frangki dan Agustina. Masalah ini tengah ditangani jajaran Polrestro  Jakarta Barat.

Salah seorang pelaku bernama Frangki ditembak mati karena berusaha melawan petugas. Dari penangkapan kasus ini, polisi juga berhasil membongkar sindikat besar penjambret yang diduga bermarkas di Teluk Gong, Jakarta Utara.

Selain Dirjen PUPR, rombongan Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno pun menjadi korban penjambretan saat mengunjungi Jakarta Fair di PRJ, Minggu (17/6) lalu. Ponsel suster yang merawat anaknya, Sulaiman, raib.

Yang teranyar, penumpang ojek online bernama Warsilah (37) menjadi sasaran penjambret di Jalan Ahmad Yani, Jakarta Pusat, Minggu (1/7). Akibat kejadian itu, korban meninggal dunia di tempat.(helmi/dtc)