Angkasa Pura 2

BPSDMP Gelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat untuk Regulator dan Operator Kapal Tradisional di Kawasan Danau Toba

SDMKamis, 5 Juli 2018
IMG-20180705-WA0152

SIMALUNGUN (5/6) – Kementerian Perhubungan  melalui Bafan Pemgembangan SDM Perhubungan (BPSDMP) menyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran tahun 2018. DPM ditugaskan  sesuai  Instruksi Menteri Perhubungan Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Bulan Tertib Keselamatan Pelayaran di Danau Toba, Provinsi Sumatera Utara.

DPM dibuka oleh Kepala BPSDM Perhubungan, Umiyatun Hayati Triastuti, Kamis (5/6/2018) di Hotel Niagara,  Simalungun, Sumut, ditandai penyematan tanda peserta diklat.

Direncanakan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi akan memberi pengarahan dan pembekalan langsung kepada para peserta, bertempat di SMP Negeri I Sidamanik Kabupaten Simalungun.

Kepala BPSDMP Umiyatun Hayati mengatakan DPM yang dilaksanakan di kawasan Danau Toba, terdiri dari diklat dengan peserta dari unsur regulator yaitu pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara, Dishub Kabupaten Samosir, Dishub Kabupaten Nias Selatan, dan Balai Pengelola Transportasi Darat serta operator  kapal tradisional di Danau Toba.

Diklat kedua diberikan pada operator kapal tradisional yang biasa beroperasi dan mengangkut penumpang di kawasan Danau Toba, Sumut.

Adapun  materi diklat untuk para  regulator meliputi Diklat Teknis Awal Dasar-Dasar Kesyahbandaran, bertujuan untuk mendidik para regulator daerah agar memahami  teknik awal dasar-dasar kesyahbandaran. Diklat dilaksanakan selama 55 jam.

DPM ini ditargetkan diikuti 100 orang peserta  dan diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL) Jakarta. Sementara, dibiayai dengan anggaran dari Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Malahayati Aceh.

Diklat untuk Operator Kapal

Selanjunya diklat untuk operator kapal,  terdiri dari empat diklat yang dilaksanakan secara bertahap, yaitu diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM), Diklat Pengemudi Angkutan Perairan Daratan, Diklat Crowd and Crisis Management (CCM) Training, dan Diklat Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil.

Diklat ini memiliki kuota peserta 400-500 orang, yang akan dilaksanakan mulai hari Senin (9/7/2018) mendatang di wilayah Danau Toba.

Pada tahap awal, peserta diklat dari operator akan mengikuti Diklat Basic Safety Training Kapal Layar Motor (BST KLM) yang dilaksanakan selama 3 hari.  Tujuannya mendidik para operator kapal untuk memahami dasar-dasar keselamatan dan penyelamatan di atas kapal.

Diharapkan setelah mengikuti diklat para operator kapal mampu menolong diri sendiri maupun orang lain ketika terjadi kecelakaan di atas kapal. Setelah itu, peserta akan mengikuti Diklat Pengemudi Angkutan Perairan Daratan, yang dilaksanakan selama 5 hari.

Tujuannya,  peserta diklat mampu memahami cara pengemudian kapal yang baik, pemantauan dan pemahaman terhadap cuaca, dan bernavigasi di atas kapal.

Peserta juga akan mengikuti Diklat Crowd and Crisis Management (CCM) yang dilaksanakan selama 3 hari. Tujuannya peserta memahami dan mempelajari bagaimana menghadapi dan menanggulangi Crowd and Crisis  Management (CCM) di atas kapal.

Setelah menyelesaikan pendidikan ini peserta diklat diharapkan mampu menanggulangi keadaan kekacauan atau kepanikan penumpang di atas kapal sehingga memunculkan krisis.

Tahap selanjutnya, para peserta mengikuti Diklat Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 mil dilaksanakan selama 3 hari. Tujuannya untuk mempelajari navigasi awak kapal dengan jarak tempuh maksimal 60 mil.(helmi)