Angkasa Pura 2

Jadi Bandara Tersibuk, Angkasa Pura II Sulap Manajemen Operasi Bandara Soekarno Hatta Makin Baik

Bandara KokpitJumat, 6 Juli 2018
IMG_20171217_154157

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan jumlah penumpang pesawat mencapai lebih dari 63 juta orang per tahun merupakan bandara tersibuk di Indonesia, bahkan saat ini dikategorikan bandara diurutan ke 17 tersibuk di dunia oleh Airport Council International.

Dengan pesatnya peningkatan traffic ini berpotensi menimbulkan beberapa masalah di bandara Soekarno-Hatta yaitu rendahnya On-Time Performance penerbangan airlines, kurang efektifnya pergerakan pesawat di airside dan juga kurang optimalnya penggunaan slot penerbangan.

Melihat pertumbuhan penumpang dan pesawat tersebut, PT Angkasa Pura II (Persero) bergegas merampungkan transisi manajemen operasi bandara dengan menyulap melalui pendekatan teknologi, menyelesaikan proyek Airport Operation Control Center (AOCC) serta melakukan peningkatan kapasitas airside dengan membangun East Cross Taxiway (ECT) dan membangun runway ketiga guna menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai Smart Airport serta meningkatkan daya saingnya diantara bandara-bandara lain di kawasan Asia Tenggara.

“Dibangunnya AOCC, ECT dan runway ketiga ini didasari dari pertumbuhan industri penerbangan yang cukup signifikan setiap tahunnya dan membuat dinamika operasional semakin beragam. Melalui AOCC yang dapat memantau seluruh aktifitas di bandara secara real time maka kami optimistis seluruh aspek berjalan dengan lancar sesuai regulasi disertai terciptanya ketepatan waktu atau punctuality pada operasional yang berujung pada peningkatan pelayanan kepada maskapai dan juga penumpang pesawat,” papar Vice President Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) Yado Yarismano, di Tangerang, Jumat (6/7/2018) malam.

Keberadaan AOCC di Bandara Internasional Soekarno-Hatta nantinya mampu meningkatkan kualitas pelayanan operasional bandara diantaranya dari sisi peningkatan On Time Performance (OTP) penerbangan, pengoptimalan slot penerbangan di bandara, serta ground time yang lebih efektif dan efisien.

Disamping keberadaan AOCC, Bandara yang saat ini memiliki dua landasan pacu ini mampu melayani pergerakan pesawat mencapai 1.300 pergerakan per hari atau sekitar 81 pergerakan pesawat per jam dengan jumlah penumpang hampir 200.000 per hari.

“Kedepannya akan dibangun East Cross Taxiway yang nantinya akan meningkatkan kapaaitas runway menjadi up to 86 pergerakan pesawat per jamnya dan juga dengan dibangunnya landasan pacu ketiga (third runway) Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan dapat melayani 114 hingga 120 pergerakan pesawat per jamnya, sehingga mampu memberikan ruang untuk meningkatkan serta menjaga OTP seluruh maskapai yang beroperasi di bandara ini,” tuturnya.

Pada semester satu (Januari – Juni 2018) pergerakan penumpang bandara Soekarno Hatta mencapai 32.424.261 penumpang atau tumbuh sebanyak 9% dibandingkan dengan periode sama tahun 2017 yaitu 29.837.845 penumpang.

Pertumbuhan lainnya juga terlihat dari sisi pergerakan pesawat yaitu adanya kenaikan sebanyak 28.9% dimana Bandara Internasional Soekarno-Hatta telah melayani sebanyak 229.120 pergerakan pesawat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 177.686 pergerakan pesawat. (omy)