Angkasa Pura 2

Badan Litbang Perhubungan Mulai Lelang Pelaksana ATTN Penumpang

LitbangSenin, 9 Juli 2018
images (26)

JAKARTA (beritatrans.com) – Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementerian Perhubungan mulai melakukan pelelangan pelaksana kegiatan survei Asal Tujuan Transportasi Nasional (ATTN) untuk pergerakan orang yang menggunakan Big Data yang berbasis dari data telepon seluler.

“Kami sudah melakukan pelelangan pelaksana survei ATTN pergerakan orang,” kata Direktur Transportasi Antarmoda Badan Litbang Perhubungan Imran Rasyid kepada beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Imran belum bersedia menyebutkan perusahaan atau lembaga yang akan melakukan survei ATTN. “Nama-namanya belum bisa kami sebutkan. Tapi yang jelas peserta yang ikut lelang banyak,” ujar Imran.

Menurut Imran, sekarang ini seluruh kegiatan pelelangan di Kementerian Perhubungan, termasuk di Badan Litbang dikoordinir langsung oleh kantor pusat Kementerian Perhubungan.

“Yang melakukan lelang bukan kami (Badan Litbang), tapi langsung oleh kantor pusat yaitu oleh bagian pengadaan barang Kementerian Perhubungan,” ujarnya.

Menurut Imran, pememang lelang nantinya bertugas melakukan survei ATTN pergerakan orang, mengolah data hasil survei, dan menghasilkan data ATTN pergerakan orang yang terbaru.

Survei akan dilakukan di 34 provinsi dengan 514 titik atau lokasi. Metode survei akan menggunakan sistem big data telepon seluler.

“Kami akan bekerja sama dengan provider telepon seluler untuk memperoleh data pergerakan orang,” katanya.

Imran menegaskan, Badan Litbang hanya akan bekerja sama denga provider telepon seluler untuk data pergerakan orang, bukan data orang atau personal.

“Kami hanya butuh data pergerakan orang. Kami tidak butuh data personal seperti nama, alamat, tanggal lahir, monor NIK, dan data-data personal lainnya karena data-data personal itu tidak ada kaitannya dengan pergerakan transportasi,” tegas Imran.

Imran mengatakan, ATTN pergerakan orang sangat penting untuk pengembangan data base transportasi nasional yang baik.

“Dengan adanya sistem database transportasi nasional yang baik, maka diharapkan Pemerintah dapat melakukan pengelolaan transportasi secara lebih baik lagi dan lebih optimal, baik dalam merumuskan kebijakan jangka panjang maupun dalam merumuskan pengelolaan sistem transportasi,” katanya.

Imran juga mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia.

Menurutnya, selama ini Kementerian Perhubungan telah melaksanakan 6 kali survey ATTN, dimana periode terakhir dilaksanakan pada tahun 2011.

“Survey ATTN merupakan pekerjaan besar dan kompleks karena ruang lingkup kegiatannya mencakup seluruh moda transportasi dan lokasi surveinya dilakukan di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Mengingat kompleksitas kegiatan ini, maka proses survey ATTN dikelompokkan ke dalam 3 tahapan yaitu: 1) penyusunan desain penelitian, 2) pelaksanaan pengumpulan data, dan 3) Kompilasi dan analisis data.

Kegiatan desain penelitian survey ATTN pada dasarnya dilakukan dengan tujuan untuk menyempurnakan desain/metodologi survey pada periode sebelumnya dan melakukan uji coba dengan metodologi tersebut di beberapa daerah.

Menurut Imran, Kehadiran teknologi Big Data sebagai bank data memberikan peluang untuk dimanfaatkan sebagai sumber data (sampling) untuk membangun matrik ATTN.

“Data-data dari big data telepon seluler tersebut dapat diolah menjadi data pergerakan orang,” katanya.

Sebagai informasi, survei ATTN terdiri dari dua macam yaitu ATTN pergerakan barang dan ATTN pergerakan orang. Survei ATTN pergerakan barang telah dilakukan dan selesai pada tahun 2016 lalu. (aliy)