Angkasa Pura 2

Bahu Landasan Bandara APT Pranoto Ditargetkan Rampung November 2018

Bandara KokpitSenin, 9 Juli 2018
WhatsApp Image 2018-07-08 at 15.49.21

SAMARINDA (BeritaTrans.com) – Penyelesaian Runway Stripe (bahu landas pacu) Bandar Udara APT Pranoto Samarinda ditargetkan selesai pada November 2018. Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai meninjau bandara yang terletak di Jalan Poros Bontang Samarinda, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda, Kalimantan Timur, kemarin (8/7/2018).

Mendarat di Bandara APT Pranoto, Menhub menuju landas pacu untuk melihat langsung penyelesaian runway stripe yang mengalami penurunan pada titik tertentu sehingga runway sepanjang 2.250 meter belum dapat digunakan sepenuhnya.

“Saya memastikan beroperasinya Bandara APT Pranoto. Kita sedang mengevaluasi pekerjaan konstruksinya seperti apa. Dari yang saya¬†lihat, ada suatu pekerjaan yang harus diselesaikan. In sya Allah awal november selesai. Oleh karenanya pada saat selesai nanti akan kita resmikan dengan harapan Pak Presiden datang,” ujar Menhub.

Dia berharap Bandara APT Pranoto nantinya dapat meningkatkan konektivitas dan pariwisata di Samarinda.

“Kita tahu Balikpapan ke Samarinda membutuhkan waktu. Jadi kalau ada tamu dari Jakarta pesawat hanya sampai Balikpapan membuat pariwisata di Samarinda tidak efektif karena harus menempuh waktu lagi sampai ke sini. Dengan ada bandara ini nantinya akan efektif,” ungkapnya.

Menhub juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kota Samarinda yang sudah menyelesaikan pembangunan bandara tersebut. Pembangunan bandara ini melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

“Untuk membuat bandara lebih baik maka kita akan kerjasamakan dengan PT. Angkasa Pura I,” terang Menhub.

Bandara APT Pranoto dibangun di atas lahan seluas 301,4 Ha. Lokasi Bandara ini berjarak 18,41 km dari pusat Kota Samarinda. Bandara ini memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.250 x 45 meter.

Rencananya bandara ini akan dapat didarati pesawat jenis Boeing 737-900ER. Namun untuk tahap awal dioperasikan untuk peswar ATR 72/500 dan sejenisnya.

Hadir dalam kunjungan Menhub diantaranya Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Iskak, Direktur Bandar Udara Kemenhub Polana B. Pramesti, Direktur Utama AP 1 Faik Fahmi, Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Ely Shahputra. (omy)