Angkasa Pura 2

KSOP Benoa: Kebakaran Kapal Ikan Sudah Berhasil Dipadamkan

DermagaSenin, 9 Juli 2018
images (28)

JAKARTA (beritatrans.com) – Kebakaran kapal ikan yang sedang berlabuh di Pelabuhan Benoa, Bali pada Senin dini hari (9/7/2015) sekitar pukul 02.00 WITA, telah berhasil dipadamkan.

“Alhamdulillah kobaran api sudah berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 siang tadi,” kata Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Benoa, Bali Capt. Dwiyanto kepada beritatrans.com dan aksi.id.

Menurut Capt. Dwiyanto, lamanya proses pemadam kebakaran kapal terutama pada 4 unit kapal ikan besar yang diperkirakan memiliki cadangan bahan bakar yang banyak.

“Kapal-kapal itu biasanya baru kembali ke negaranya setelah satu tahun. Jadi diperkirakan mereka memiliki persediaan bahan bakar yang cukup banyak. Sehingga ketika terbakar tidak segera habis,” katanya.

Capt. Dwiyanto menuturkan berdasarkan laporan dari lapangan, kebakaran itu bermula terjadi pada kapal ikan kecil yang sedang tertambat di pelabuhan, tepatnya dermaga bagian barat Pelabuhan Benoa. Saat terbakar, tali kapal itu kemudian terputus sehingga kapal nahas itu terbawa arus dan menempel ke kapal-kapal ikan lain yang memang sedang sandar berjejer.

“Akibatnya kemudian api merembet ke kapal-kapal lainnya,” kata Capt. Dwiyanto.

Menurut Capt. Dwiyanto, dermaga barat Pabuhan Benoa memang dikhususkan untuk berlabuhnya kapal-kapal ikan. Selain itu, di dermaga tersebut juga terdapat kapal-kapal ikan yang tidak beroperasi karena dianggap menyalahi aturan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Jadi yang banyak terbakar itu sebetulnya kapal-kapal ikan yang tidak operasi alias kapal mati,” katanya.

Sedangkan kapal yang masih aktif beroperasi yang turut terbakar pada kejadian itu diperkirakan sekitar 10 unit, termasuk 4 kapal ikan besar yang susah dipadamkan tersebut.

“Saat ini kami masih terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk dengan PT Pelindo I, terutama untuk antisipasi kejadi serupa di kemudian hari seperti penyedian hydran pemadam kebakaran yang masih dirasa kurang,” kata Capt. Dwiyanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, sedikitnya 39 unit kapal ikan yang sedang sandar di Pelabuhan Benoa, Bali ludes terbakar. Kejadian nahas tersebut diperkirakan pada Senin dini hari (9/7/2018), sekira pukul. 02.00 waktu setempat.

Berdasarkan data yang diterima beritatrans.com dan aksi.id kapal-kapal yang terbakar tersebut diantaranya milik PT AKFI sebanyak 5 unit kapal yaitu KM Cilacap Jaya Karya, KM Akau Jaya Lima, KM BMJ Satu, KM Bintang Barat, dan KM Bina Sejati.

Kemudian kapal milik PT Intimas Surya sebanyak 7 unit yaitu KM Hiroyosi 7, KM Permata 03, KM Permata 103, KM Permata 06, KM Permata 01, KM Mutiara 28, dan KM Mutiara 10.

Selanjutnya kapal milik PT Bandar Nelayan yang baru terdata 2 unit yaitu KM Bandar Nelayan 168 dan KM Bandar Nelayan 2019.

Sedangkan 25 unit kapal lainnya yang juga turut terbakar masih belum terdata mengingat kapal-kapal tersebut masih terbakar.

Upaya pemadaman melibatkan 11 unit PMK dari Kodya Denpasar 8 unit, PMK Kabupaten Badung 2 unit, dan PMK PT Pelindo 1 unit. Dibantu 3 ambulan.

Untuk saat ini korban jiwa dikabarkan masih nihil serta kerugian belum bisa di taksir.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari syahbandar setempat. (aliy)