Angkasa Pura 2

Ramp Check di Danau Toba, Ini Temuan Awal Tim Ad Hoc Ditjen Hubdat

Dermaga KoridorSenin, 9 Juli 2018
Dirjen Hubdat Tabur Bunga

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Arif Mulyanto, Kasubdit Angkutan Penyeberangan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang juga Ketua Tim Ad Hoc  Ditjen Hubdat dalam kasus Danau Toba menemukan beberapa masalah dari hasil temuan tim rampcheck. Mereka itu antara lain, kondisi pelabuhan yang tidak layak dan minim fasilitas sehingga belum memenuhi standar.

Sementara kondisi kapal  juga masih banyak yang beroperasi walau tak membawa dokumen lengkap yang dipersyaratkan. Selain itu,  nakhoda kapal juga ada yang belum memiliki sertifikat kecakapan.

Data yang dilaporkan oleh Arif, ada sebanyak 215 unit kapal dan telah dilakukan rampcheck kepada 154 unit atau sekitar 72% kapal pekan lalu. Secara umum dari hasil rampcheck didapati bahwa pemenuhan aspek keselamatan dan pelayanan kapal masih kurang memenuhi standar.

Arief menyampaian laporan itu keoada Dirjen Hubdat Budi Setiyadi disela-sela acara tabur bunga dan penutupan Tim SAR Gabungan dalam porses pencarian dan evakuasi korban laka KM Sinar Bangun 5 di peraiaran Danau Toba, Sumut pekan lalu.

Arief juga melaporkan bahwa trayek angkutan eksisting di Danau Toba saat ini berjumlah 43 trayek dengan jumlah pelabuhan 36 lokasi dan jumlah kapal sebanyak 215 unit.

“Menurut kami, ini mempunyai potensi rawan, maka pemerintah daerah atau yang mengelola pelabuhan juga harus mengontrol karena banyak sekali akses terbuka sehingga sering tidak terkontrol baik muatan maupun penumpangnya,” kata Arif sembari memberikan laporan di Pelabuhan Balige sebagai salah satu contoh trayek angkutan di Danau Toba.

Pelabuhan Balige sendiri merupakan salah satu pelabuhan yang paling sering disinggahi kapal di daerah Danau Toba. Tim ad hoc hingga kemarin masih melakukan sosialisasi keselamatan dan juga rampcheck kapal.

“Sosialisasi keselamatan tersebut dilakukan dengan sosialisasi pencatatan manifest serta kampanye keselamatan mengenai hal- hal apa saja yang harus dilakukan maupun yang dilarang saat melakukan pelayaran di Danau Toba,” tandas Arief.(helmi)