Angkasa Pura 2

BPTJ Ingin Ganjil-Genap Kurangi Kemacetan dan Turunkan Emisi Gas Buang

Koridor OtomotifSelasa, 10 Juli 2018
IMG-20180626-WA0026

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dampak kebijakan sistem ganjil genap di Beijing, China cukup positif. Selain mengurangi kemacetan lalu lintas di Beijing, juga menurunkan emisi gas buang sampai 40%.

Cara rekayasa lalu lintas itulah yang ingin diterapkan di Kota Jakarta oleh BPTJ bersama pihak terkait termasuk para operator transportasi. Lalu lintas  kendaraan pribadi perlu diatur dan dikendalikan dengan sebaik mungkin.

“Dalam kasus ganjil-genal di Beijing, China, penggunaan kendaraan pribadi berkurang. Impliksinya,  emisi gas buang turun hingga 40%,” kata Kepala BPTJ  Bambang Prihartono di Jakarta.

Menurutnya,  Olimpiade 2008 jadi momentum Pemerintah Kota Beijing membenahi masalah transportasi. “Kala itu, Beijing menerapkan peraturan ganjil-genap untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” jelas Bambang Pri.

Mencontoh Beijing, lanjut dia, Pemerintah pun memperluas aturan ganjil genap di Kota Jakarta seiring momentum #AsianGames2018.

“Diharapkan, perbaikan infrastruktur pun mendorong warga Ibu Kota beralih ke transportasi umum,” sebut akun resmi #bptj151.

Namun diakui Bambang Pri,  kebijakan pemerintah saja tak cukup. Harus ada dukungan publik, termasuk pengguna kendaraan pribadi di Jakarta.

“Kebijakan ganjil-genap perlu, agar Jakarta juga sukses mengurangi kemacetan, seperti Beijing saat menyambut Olimpiade 2008,” tandas Bambang Pri.(helmi)