Angkasa Pura 2

Hai Pengemudi, Kenali Tanda-Tanda Microsleep dan Cara Mengatasinya

KoridorRabu, 11 Juli 2018
images-3

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Microsleep adalah keadaan dimana badan ‘tidur’ sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak.

Kondisi ini sangat berbahaya, khususnya bagi pengendara bus, truk atau kendaraan pribadi saat  perjalanan jauh. Maka dari itu, kenali tanda-tanda microsleep dan cara mengatasinya.

“Durasi microsleep adalah antara 1 hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah “shut down”, sebut akun #hubdat151.

Pada kecepatan 70km/jam, bila microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter.

Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/jam.

Seringkali pengemudi menganggap dia kebal. “Kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan Kondisi mobil pun bagus.”

Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kenderaan dipacu kencang, akan mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon ‘adrenaline’ yang meningkatkan upaya ‘fight or flight’.

(Fight or flight adalah sitiuasi dimana badan bersedia untuk menghadapi keadaan yang memberhayakan diri: lawan atau lari ).

Adapula sebahagian orang berpendapat jalan yang berliku seperti kelok 44 dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

Dua fakta di atas hanya mengundang bahaya.  Kesan ‘fight or flight’ hanya seketika saja. Sistem badan akan ‘burn out’ dan akhirnya bisa menyebabkan microsleep yang lebih lama.(helmi/hubdat)