Angkasa Pura 2

Pangkalan PLP Tanjung Perak Kirim KN Grantin Pengamanan Kapal Kandas di Perairan Sapudi

DermagaRabu, 11 Juli 2018
IMG_20180711_162507

JAKARTA (beritatrans.com) – Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur mengirimkan kapal patroli KN Grantin P.211 untuk mengawal dan mengamankan kapal tangker MT Ferimas Santosa yang kandas di perairan Sapudi, Madura, Jawa Timur, sejak 30 Juni 2018 lalu.

“Kami tugaskan KN Grantin untuk mengawal dan mengamankan kapal MT Ferimas Santosa yang kandas di perairan Sapudi,” kata Kasubsie Operasi Pangkalan PLP Tanjung Perak Mochammad Djumari kepada beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Djumari mengatakan, KN Grantin P.211 diberangkatkan pada hari Sabtu (7/7/2018). Sayangnya ketika kapal patroli kelas 1 tersebut baru sampai pertengahan perjalanan, cuaca buruk dan disertai gelombang tinggi.

Firmawan yang menakhodai kapal tersebut berinisiatif mencari perlindungan di Pelabuhan Kalianget, Madura.

“Setelah cuaca dan gelombang laut membaik, KN Grantin melanjutka. perjalanan menuju lokasi MT Ferimas Santosa kandas,” tutur Djumari.

IMG-20180711-WA0027

Firmawan menuturkan, hingga saat ini MT Ferimas Santosa masih belum bebas dari kandas. Upaya pembebasan terkendala oleh cuaca dan gelombang laut yang buruk.

“Sampai hari ini masih belum bebas. Kapal tugboat TB Mitra Anugerah 9 dan TB Restu Utama belum berhasil menarik MT Ferimas Santosa dari jebakan kandas. Cuaca dan ombak tidak mendukung. Rencananya besok pagi sekitar pukul 08.00 akan dicoba lagi,” kata Firmawan.

Menurutnya, MT Ferimas Santosa saat kejadian sedang mengangkut BBM jenis solar high speed diesel (hsd) sebanyak 400 ton.

“Saat ini sebagian BBM tersebut sedang dialihmuatkan ke MT Omega Selatan agar beban kapal lebih ringan,” katanya.

Berdasarkan laporan nakhoda MT Ferimas Santosa, Yogi Ari P, kapal tanker itu berangkat dari Pelabuhan Tanjung Perak pada 30 Juni 2018 sekitar pukul 15.00 waktu setempat menuju perairan Sapudi.

“Sampai di Pulau Sapudi kami mencari tempat berlabuh sambil menunggu suplai yang dibunkeri. Pukul 15.45 kapal berlabuh,” kata Yogi.

Yogi menuturkan, pada pukul 18.00 kondisi cuaca memburuk dengan gelombang besar. Diputuskan untuk pindah tempat berlabuh. Pada saat jangkar diangkat dan mesin hidup untuk bergerak, ternyata mesin kapal tidak mampu menghadapi cuaca dan gelombang.

“Kapal hanyut ke tempat dangkal dan akhirnya kandas,” kata Yogi.

Beberapa kali Yogi berusaha membebaskan kapalnya dari tempat dangkal, tetapi justeru semakin terbawa ke tempat yang lebih dangkal. (aliy)