Angkasa Pura 2

Sudah 14 Truk Terjaring Menyalahi Aturan di UPPKB Balonggandu

Koridor OtomotifRabu, 11 Juli 2018
IMG-20180711-WA0051

IMG-20180711-WA0054

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sejak keluarnya  SK Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) No.KP.004/49/1/Binkes/2018  tentang Penertiban Kendaraan yang Overdimensi dan  Overload (ODOL),  UPPKB Balongandu, Indramayu, Jawa Barat berhasil menjaring 14 unit kendaraan truk yang melanggar dimensi atau overload.

“(Jumlah) Ini masih belum maksimal, karena di UPPKB Balonggandu masih kekurangan tenaga Penguji Kendaraan Bermotor (PKB)  yang menangani kendaraan yang masuk jembatan timbang dengan baik dan teliti,” kata Kepala UPPKB Balonggandu Abdul Syukur menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Dikatakan, dengan kondisi dan personel yang ada UPPKB Balonggandu terus mengefektifkan  pemeriksaan kendaraan yang masuk.  “UPPKB Balonggandu komit mendukung program Pemerintah dalam penertiban ODOL. Apalagi, UPPKB Balonggandu sudah ditetapkan sebagai proyek percotohan bersama dua UPPKB lainnya di Indonesia,” jelas Syukur lagi.

Meski sudah disosialisasi dan  ada kesepakatan bersama para pihak, termasuk Organda dan APTRINDO, tapi masih banyak truk yang melanggan dimensi serta membawa muatan melebihi kapasitasnya.

“Jika menemukan kendaraan yang melanggar ODOL,  pihak UPPKB akan langsung bertindak. Kendaraan yang overdimensi direkomendasikan untuk dipotong. Dengan cara diberi garis batas dengan cat pilox  berwarna merah, bertuliskan POTONG,” papar Syukur.

IMG-20180711-WA0053

Semantara, jika ada kendaraan yang melanggar muatan atau overloading akan ditindak sesuai ketentuan. “Kelebihan muatan itu harus diturunkan dan khusus kendaraan yang melebihi muatan sampai 100% akan dihentikan ditempat dan diminta membongkar muatan dengan biaya sendiri,” sebut Syukur.

Kondisi saat ini, papar dia, hampir sebagian pengemudi sudah tahu dan mereka lari ke Tol Cipali.  Mereka menghindari lewat jalan pantura Jawa, karena di UPPKB Balonggandu akan diperiksa ketat dan diberikan sanksi bagi yang melanggar.

“Kedepan dari PT.SI sudah siap dengan penurunan barang, kedaraan seperti ini kita lakukan penggembokan dalam penanggan lebih lanjut,” terang  Syukur lagi.

Syukur menambahkan, pihaknya sedang melakukan koordinasi  dengan jajaran kepolisian dan pihak lain yang terkait untuk penindakan kasus ODOL ini.  “UPPKB Balonggandu siap mendukung progam Pemerintah menertibkan ODOL di tahun 2018 ini,” tegas Syukur.(helmi)

loading...