Angkasa Pura 2

Google Maps Siapkan Aplikasi Cari Rute Alternatif bagi Kendaraan Terdampak Kebijakan Ganjil-Genap

KoridorKamis, 12 Juli 2018
IMG-20180626-WA0026

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Masyarakat telah dapat memanfaatkan aplikasi Google Maps guna mengetahui rute alternatif bagi kendaraan yang terdampak kebijakan ganjil genap, menyusul rencana perluasan  ganjil-genap menjelang Asian Games 18th di Jakarta.

Perluasan kebijakan ganjil genap di ruas jalan arteri DKI Jakarta merupakan bagian dari paket kebijakan manajemen rekayasa lalu lintas yang disiapkan Pemerintah guna mendukung kelancaran pelaksaaan Asian Games 2018 di Jakarta.

Semula kebijakan ganjil genap diterapkan hanya di 3 ruas jalan arteri dari pukul 06.00 WIB – 1009.00 WIB dan 16.00 WIB – 20.00 WIB setiap senin-jum’at. Dengan adanya perluasan maka kebijakan ganjil genap diterapkan di 10 ruas jalan arteri pada pukul 06.00 -  21.00 WIB setiap hari (termasuk Sabtu dan Minggu).

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono menjelaskan bahwa tersedianya fitur tersebut merupakan hasil kerjasama BPTJ dengan Manajemen Google.

“Pada waktu proses penyusunan kebijakan transportasi guna mendukung Asian Games berjalan beberapa waktu lalu, BPTJ mengajak  Manajemen Google agar ikut berpartisipasi mendukung kebijakan ini, “ kata Bambang di Jakarta, Kamis (12/7/2018).

Partisipasi tersebut lanjut Bambang akhirnya diwujudkan Manajemen Google dengan melakukan up date aplikasi Google Maps sehingga saat ini telah tersedia fitur rute alternatif setelah diberlakukan perluasan kebijakan ganjil genap.

Menurut Bambang fitur yang disediakan Google Maps tersebut juga bermanfaat bagi masyarakat untuk lebih cepat mengenal perluasan kebijakan ganjil genap dengan cara yang praktis, serta mendorong mereka untuk lebih cepat beradaptasi.

Manfaat utama dari up date aplikasi Google Maps ini adalah pengguna aplikasi akan mendapatkan informasi mengenai rute/jalur mana yang harus dilalui jika menggunakan kendaraan pribadi agar tidak melanggar kebijakan ganjil genap.

Pengguna juga akan mendapatkan informasi perkiraan waktu tempuh yang dibutuhkan jika harus melalui rute yang alternatif yang disarankan. Dengan demikian pengguna aplikasi sekaligus juga memiliki kesempatan untuk berubah keputusan misalnya karena menggunakan kendaraan pribadi terlalu lama maka memutuskan untuk menggunakan angkutan umum.

“Pemerintah tetap mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke angkutan umum, namun pada prinsipnya Pemerintah berusaha untuk melayani publik sebaik-baiknya, termasuk diantara bagaimana mendorong perusahaan seperti Google ini untuk juga berpartisipasi,” tandas Bambang.(helmi)