Angkasa Pura 2

Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan Operasional LRT Palembang

EmplasemenKamis, 12 Juli 2018
images (34)

Jakarta (beritatrans.com) – Presiden RI, Joko Widodo meninjau kesiapan pengoperasinalan Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan Sumatera Selatan hari ini, Kamis (12/7/2018). LRT ini dalam waktu dekat siap dioperasikan.

“Pembangunan LRT Sumsel dilaksanakan untuk melayani kebutuhan transportasi massal untuk masyarakat di wilayah Sumatera Selatan serta dalam rangka mendukung perhelatan besar Asian Games 2018 yang berpusat di Jakarta dan Palembang,” kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Zulfikri.

Zulfikri menjelaskan, pembangunan LRT Sumsel telah dimulai sejak tahun 2015 lalu. Pembangunan LRT Sumsel ini merupakan implementasi dari program pembangunan perkeretaapian yang tercantum dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNas) Tahun 2030 yang disusun oleh Kementerian Perhubungan. Kemudian dikuatkan dengan terbitnya Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 yang mengalami perubahan menjadi Perpres Nomor 55 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit di Provinsi Sumatera Selatan.

Dengan alokasi pembiayaan yang berasal dari APBN sebesar ± Rp10,9 Triliun, Jalur LRT Sumsel akan menghubungkan Bandara Internasional Mahmud Badaruddin menuju kawasan sport city Jakabaring serta stasiun tujuan akhir, Sta. BTP Sumsel sepanjang ± 22,3 Km. Pada saat dioperasikan, terdapat 13 stasiun pemberhentian, terdiri atas Sta. Bandara Sultan Mahmud Badaruddin, Sta. Asrama Haji, Sta. Punti Kayu, Sta. RSUD, Sta. Garuda Dempo, Sta. Demang, Sta. Bumi Sriwijaya, Sta. Dishub, Sta. Cinde, Sta. Ampera, Sta. Polresta, Sta. Jakabaring, dan Sta. DJKA.

Pada saat dioperasikan, lama waktu berhenti di setiap stasiun ± 40 detik. Khusus di Stasiun Bandara Sultan Mahmud Badaruddin yang merupakan stasiun awal serta Stasiun BTP Sumsel yang merupakan stasiun tujuan akhir (begitupun sebaliknya) lama waktu berhenti adalah ± 5 menit. Adapun waktu tempuh perjalanan LRT Sumsel dari Sta. Bandara hingga Sta. BTP. Sumsel adalah ± 49 menit, dengan pengaturan headway antar kereta ± 17 menit. Sehingga dalam satu hari akan ada 108 perjalanan LRT Sumsel dengan menggunakan 6 trainset LRT. Waktu pengoperasian LRT Sumsel ini dimulai pukul 04.00 WIB dan berakhir pukul 22.20 WIB, sehingga lama waktu operasi LRT Sumsel adalah 18 jam 20 menit.

Dibangun dengan konsep konstruksi elevated track (jalur layang), LRT Sumsel menjadi LRT yang pertama kali dibangun serta dioperasikan di Indonesia.

“Hal tersebut di atas menjadi catatan sejarah baru bagi pengembangan perkeretaapian Indonesia,” kata Zulfikri.

Dengan beroperasinya LRT Sumsel ini, diharapkan akan membawa perubahan yang akan menjadi trend budaya baru bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Palembang dan sekitarnya, untuk mau beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke penggunaan transportasi massal perkotaan (LRT Sumsel) yang telah diperlengkapi dengan berbagai fasilitas modern demi kenyamanan, keamanan, serta keselamatan perjalanan LRT.

“Hal ini sejalan dengan program dari Presiden Joko Widodo yaitu penyediaan angkutan umum massal yang dapat dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia untuk mobilitas masyarakat,” katanya.

Selain itu, lanjut Zulfikri, pengoperasian LRT Sumsel ini juga diharapkan dapat turut menyukseskan penyelenggaraan perhelatan besar Asian Games 2018 yang membuat citra Indonesia semakin baik dan diakui oleh masyarakat dunia, khususnya di kawasan Asia.(aliy)