Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud Koordinasi Sukseskan Penerbangan Haji 2018

Bandara KokpitSabtu, 14 Juli 2018
IMG_20180714_134252

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan melakukan koordinasi intensif dengan pihak-pihak terkait dengan penerbangan haji 2018, baik itu di dalam maupun luar negeri.

Pihak yang terkait tersebut seperti pengelola bandara keberangkatan di Indonesia dan kedatangan di Arab Saudi, maskapai penerbangan Garuda dan Saudi Arabian Airlines, pengelola Lalu lintas udara Indonesia (AirNav) dan negara-negara yang dilintasi penerbangan haji Indonesia.

“Hal ini seiring akan dimulainya penyelenggaraan Penerbangan Haji tahun 2018 pada 17 Juli 2018 yang ditandai akan diterbangkannya jemaah haji dari beberapa embarkasi. Antara lain dari Embarkasi Padang, Embarkasi Jakarta, Embarkasi Solo, Embarkasi Surabaya, Embarkasi Makassar dan Embarkasi Lombok,” jelas Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Udara Pramintohadi Sukarno di Jakarta, Sabtu (14/7/2018).

Koordinasi dilakukan guna suksesnya penyelenggaraan Penerbangan Haji tahun 2018 sehingga dapat terlaksana dengan lancar, selamat, aman, dan nyaman.

Menurut Pramintohadi, koordinasi intensif yang dilakukan mendapat hasil yang baik. Di antaranya, saat ini maskapai yang akan menerbangkan jamaah haji Indonesia yaitu Garuda dan Saudi Arabian Airlines telah mendapatkan izin mendarat dan slot time penerbangan dari Bandara King Abdul Azis, Jeddah dan Bandara Prince Mammad Bin Abdul Azis, Madinah.

Maskapai tersebut juga telah mendapat izin melintas dari otoritas penerbangan negara-negara yang akan dilintasi.

“Sesuai Keputusan Menteri Agama Nomor 212 tahun 2018 tentang pelaksanaan transportasi Udara Jemaah Haji Reguler Tahun 1439 H/ 2018 M, telah ditunjuk PT Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines sebagai operator pelaksana penerbangan jemaah haji reguler Indonesia tahun 2018,” ungkap dia.

Garuda telah menyiapkan armada berjumlah 13 unit pesawat. Terdiri dari 5 unit pesawat Boeing B777-300 dengan kapasitas 393 seat; 3 unit pesawat B747-400 dengan kapasitas 455; 4 unit pesawat Airbus A330-300 dengan kapasitas 360 seat; dan 1 unit pesawat A330-200 dengan kapasitas 325 seat.

Sedangkan Saudi Arabian Airlines menyiapkan armada 18 unit yang terdiri dari 11 unit pesawat Boeing B777-300 dengan kapasitas 410 seat dan 7 unit pesawat B747-400 dengan kapasitas 450 seat.

“Kami telah melakukan pemeriksaan terhadap pesawat dan personil yang akan mengoperasikannya untuk memastikan kelaikudaraan pesawat tersebut. Juga terkait kenyamanan bagi jamaah yang akan diangkutnya,” ujar dia. (omy)