Angkasa Pura 2

Lelang Proyek ERP Pemprov Jakarta Dinilai Tak Transparan

Ekonomi & Bisnis KoridorSenin, 16 Juli 2018
Trubus Univt Trisakti

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah yang mengatakan proses lelang proyek  Electronic Road Pricing (ERP) di Pemprov DKI Jakarta dinilai tidak transparan dan tidak ada pengawasan. Padahal, proyek ini niainya mencapai triliunan rupiah.

“Proses lelang ini (ERP) harusnya terbuka, agar publik tahu. Dan proses lelang ini terlihat terburu-buru. Waktu yang sangat singkat untuk proses lelang proyek ERP membuat tidak banyak perusahaan yang dapat ikut. Sepertinya menjadi proyek yang sudah “tahu sama tahu” untuk pemenang lelangnya. Ini tidak boleh harus transparan,” kata Trubus saat dihubungi wartawan di Jakarta (16/7/2018).

Trubus mengatakan pula perusahaan yang boleh mengikuti lelang proyek ERP hanya perusahaan yang memiliki nilai investasi mencapai triliunan. Dengan nilai investasi yang begitu tinggi harusnya proses lelang bisa transparan karena ini juga akan mengutip langsung uang masyarakat.

Karena itu, Trubus menduga adanya permainan di belakang lelang proyek ERP ini yang disebabkan tidak adanya pengawasan. Untuk sebuah kebijakan yang berkelanjutan penerapannya.

Menurutnya, harus ada proses pengawasan dari mulai perencanaan, lelang, hingga penerapannya dan masyarakat harus ikut serta dalam mengawasi.

“Peninjauan ulang tentang mekanisme proyek ERP harus ada dan ditunjuk pengawas. Dan proses lelang harus transparan,” pinta Trubus melalui siaran pers yang diterima BeritaTrans.com.

Berani Batalkan ?

Trubus berkilah, jika tidak bisa ya Dishub dan tentunya Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno harus berani membatalkan lelang ini.

Trubus pun mendukung pembangunan ERP guna mengatasi kemacetan di ibu kota.
“ERP memang harus diterapkan di Jakarta, karena salah satu solusi mengatasi macet yang kian parah,” terang dia.

“Rasanya penerapan three in one dan ganjil-genap masih kurang berdampak untuk mengurangi macet. Jadi memang penerapan ERP adalah solusi yang baik untuk mengatasi kemacetan di Jakarta,” tukas Trubus.

Akademisi itu menambahkan, ERP dan juga proyek transportasi lain di Jakarta harus dilakukan melalui proses kajian yang dalam dan independen. Selain itu harus memberikan manfaat optimal dan berwawasan jauh ke depan.

“Untuk penerapan ERP di Jakarta juga sudah ada kajiannya,” tandas Trubus. (helmi).