Angkasa Pura 2

Maskapai Penerbangan Berbiaya Hemat Tetap Utamakan Keselamatan

Bandara KokpitSenin, 16 Juli 2018
2017-03-28-02.10.29-553x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Maskapai penerbangan berbiaya hemat harus dijaga agar tetap selamat, aman dan nyaman.

“Dengan demikian masyarakat tidak ragu-ragu menggunakannya dan transportasi udara sebagai urat nadi perekonomian nasional tidak terganggu,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Dia menyatakan akan memastikan perkembangan maskapai LCC nasional dalam koridor keselamatan, keamanan dan kenyamanan secara berkesinambungan untuk menunjang perekonomian nasional.

Hal tersebut akan dilakukan baik secara fisik seperti pembangunan dan pengadaan sarana dan prasarana pendukung, serta non fisik dengan pengembangan peraturan dan sistem pengawasannya.

“Maskapai LCC ini memang sangat dibutuhkan, terutama kalangan menengah ke bawah karena harga tiketnya yang murah. Namun demikian kita harus tetap pastikan, walaupun murah tapi jangan murahan. Tingkat keselamatannya tetap harus sama dengan maskapai lain karena itu menyangkut nyawa manusia,” ujarnya.

Menurut dia, pihaknya mempunyai aturan terkait tarif atas dan bawah. Maskapai LCC bermain di batas bawah dengan tarif rendah. Hal ini dilakukan dengan memangkas beberapa hal terkait layanan pada penumpang.

Namun Agus mengemukakan, keselamatan penerbangan tidak boleh dikurangi. Dalam hal keselamatan, semua maskapai harus sama, baik LCC maupun yang medium dan full service.

Untuk memastikan keselamatan tersebut, secara fisik, Ditjen Hubud di antaranya akan melakukan bimbingan untuk pembangunan sarana penunjang seperti terminal bandara LCC dengan panjang runway yang sesuai kebutuhan pesawat yang dioperasikan maskapai LCC tersebut.

Pembangunan terminal bandara LCC ini untuk mengembangkan aksesibilitas yang akan dipadukan dengan konektivitas maskapai LCC sehingga terbangun suatu transportasi udara yang terpadu hingga ke pelosok tanah air.

Sedangkan non fisik, akan dilakukan pengawasan seperti misalnya laporan keuangan dan laporan perawatan dan perbaikan (maintenance) pesawat secara berkala.

“Laporan keuangan berkala ini juga untuk melihat bagaimana maskapai penerbangan LCC tersebut memenuhi persyaratan maintenance untuk menjamin keselamatan penerbangannya,” lanjut Agus.

Selain itu juga pengembangan dan pengawasan sumber daya manusia sebagai pelaksana sistem dan operator sarana dan prasarana tersebut. Untuk itu Agus menyatakan Ditjen Perhubungan Udara akan mengeluarkan lisensi kepada personel penerbangan tersebut sesuai dengan persyaratan aturan penerbangan internasional. (omy)

loading...