Angkasa Pura 2

Ada Pihak Tertentu Yang Menarik Masalah Ojol ke Ranah Politik

Koridor SDMFriday, 20 July 2018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno, mengemukakan pendapatnya atas rencana aksi protes yang dilayangkan oleh Garda memang layak ditolak MK. Sepeda motor memang bukan untuk angkutan umum apalagi untuk jarak jauh.

“Pasca ditolaknya materi untuk melegalkan ojek online sebagai alat transportasi umum oleh Mahkamah Konstitusi (MK), ada pihak yang khawatir dengan masa depan ojol. Apalagi di tahun politik, sudah dibawa ke ranah politik dengan mengajak jangan pilih Presiden yang tidak lindungi ojek online,” kata Djoko di Jakarta, Jumat (20/7/2018).

Dia mengungkapkan keprihatinannya jika ojek online akan ditunggangi oleh kepentingan politik. Padahal menurut Djoko, jika tetap mempertahanakan ojek online sebagai sarana angkutan umum penumpang akan sangat tidak menguntungkan dan lebih banyak merugikan.

Djoko pun menilai bahwa putusan MK ini dinilai sudah tepat. “Sepeda motor sebagai salah satu fasilitas angkutan umum suatu kemunduran cara bertransportasi;” cetus Kepala Lab Transportasi Unika Soegijopranoto Semarang itu.

“Pemborosan energi lebih besar, polusi udara meningkat, biaya operasi kendaraan lebih mahal, yang jelas ongkosnya lebih mahal ketimbang menggunakan angkutan umum,” jelas Djoko melalui tulisannya.

Djoko juga menggarisbawahi bahwa sepeda motor yang digunakan sebagai angkutan umum merupakan indikasi kemunduran cara bertransportasi, selain itu juga tidak mendorong masyarakat untuk menggunakan angkutan umum.

“Mobilitas manusia secara massal sangat tidak efisien menggunakan sepeda motor,” tandas Djoko.(helmi)