Angkasa Pura 2

Farnborough Airshow: 676 Pesawat Boeing dan 431 Airbus Dipesan

KokpitJumat, 20 Juli 2018
industry_week_1033-ab_1.jpg.cf

LONDON (beritatrans.com) – Persaingan antara Boeing dan Airbus tampak di Farnborough Airshow, Inggris, pekan ini, dengan lebih dari 160 miliar dolar pesanan untuk pesawat baru diumumkan.

Raksasa produsen pesawat Amerika, Boeing, unggul atas saingannya, produsen pesawat Eropa, Airbus. Sampai hari Kamis (19/7), Boeing mengumumkan 676 pesanan. Sedangkan Airbus 431 pesanan.

“Meskipun sudah menerima lebih dari 6.000 pesanan pesawat berlorong tunggal, kami terus menerima pesanan yang sangat penting,” ujar Guillaume Faury, kepala penerbangan sipil Airbus.

Boeing dan Airbus tak hanya bersaing memasarkan pesawat buatan mereka sendiri, seperti B737 MAX dan A320neo di ajang Farnborough Airshow 2018.

Namun, keduanya juga bersaing lewat perusahaan gabungan yang baru saja dibelinya, yakni Embraer E190-E2 dan Bombardier CSeries yang kini berganti nama menjadi Airbus A220.

Dikutip AVIATREN dari News in Flight, Kamis (19/7/2018), hingga hari ketiga pameran, Embraer (Boeing) sementara unggul atas Airbus.

Embraer dikabarkan telah mengamankan pesanan lebih dari 300 pesawat, dengan nilai total mencapai 15,1 miliar dollar AS. Sementara Airbus A220 tertinggal dengan 60 pesanan pesawat A220 dari JetBlue.

Lebih lengkapnya, berikut data penjualan pesawat Embraer di ajang Farnborough Airshow:

Republic Airways, USA: 200 pesawat E175, termasuk 100 firm order dan 100 in option.

Azul Airlines, Brasil: 21 pesawat E195

Wataniya, Kuwait: 20 pesawat E195

Mauritania Airlines: 2 pesawat E175

Helvetic, Swiss: 24 pesawat E190

National Airways Corporation, NAC: 3 pesawat E190

Klien asal Spanyol yang menolak dipublikasikan namanya: 5 pesawat E195

Seperti diketahui, Boeing sepakat membuat perusahaan joint venture dengan Embraer, dengan mengakuisisinya denganmahar mencapai 3,8 miliar dollar AS (sekitar Rp 54,7 triliun).

Dengan kesepakatan ini, Boeing akan memiliki 80 persen saham di bisnis pesawat komersil Embraer. Sementara Embraer sendiri akan tetap memiliki 20 persen saham dalam joint venture senilai 4,75 miliar dollar AS.

Setelah kesepakatan ditandatangani, maka perusahaan dan manajemen Embraer akan tetap berada di Brasil, namun operasional perusahaan akan dikontrol oleh manajemen Boeing yang berbasis di Chicago.