Angkasa Pura 2

Optimistis, Bandara Internasional Yogyakarta Operasional April 2019

BandaraSabtu, 21 Juli 2018
Foto 1

KULONPROGO (BeritaTrans.com) – PT Angkasa Pura I (Persero) optimistis Bandara Internasional Yogyakarta dapat dioperasikan mulai April 2019.

Optimisme itu tampak pasca berhasil menuntaskan pengosongan lahan untuk pembangunan Bandara, kemarin (20/7/2018) siang. Proses pengosongan lahan yang berlangsung selama dua hari sejak Kamis kemarin ini berhasil merobohkan 33 rumah terakhir plus satu gudang milik 36 Kepala Keluarga (KK) dari total 518 KK yang berada di lokasi Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara.

“Pada hari yang sama, kick-off meeting konstruksi bandara juga telah dilakukan di lokasi terpisah. Dengan demikian, tahapan pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta memasuki proses konstruksi, dengan target operasi pada April 2019,” jelas Juru Bicara Proyek Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama, Sabtu (21/7/2018).

Pihaknya bersyukur proses pengosongan dan relokasi warga ini berlangsung dengan lancar dan kondusif.

‘Terima kasih kami sampaikan khususnya kepada warga terdampak yang telah menerima proses ini. Bahkan beberapa diantaranya meminta bantuan relawan kami untuk membereskan barang-barangnya, mencopot kusen, atau menurunkan genteng rumah. Semua kami fasilitasi, termasuk mengantarkannya ke rumah susun, rumah kontrakan, maupun ke rumah saudaranya sesuai permintaan mereka,” urainya.

Angkasa Pura I memberikan beberapa alternatif tempat tinggal gratis bagi warga terdampak yang belum memiliki rumah, yaitu berupa rumah susun (rusun) Triharjo milik Pemerintah Kabupaten Kulon Progo di Kecamatan Wates, perumahan Magersari yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Kecamatan Temon, atau tinggal di rumah-rumah warga yang telah disewa Angkasa Pura I yang lokasinya tidak terlalu jauh dari lokasi proyek. Fasilitas seperti air bersih, listrik, serta perabotan inti juga telah tersedia di dalam hunian tersebut.

“Beberapa barang milik warga yang belum memutuskan lokasi pindah akan kami jaga dan amankan di rusun atau di rumah sewa. Hewan ternak juga akan kami beri makan dan dititipkan di tempat penampungan. Warga dapat menghubungi Kantor Help Desk Proyek Bandara Internasional Yogyakarta untuk memastikan keberadaan harta bendanya, karena kami hanya bertanggungjawab selama tiga hari untuk menjaga barang-barang tersebut,” Papar Pandu.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo menyebutkan, dengan upaya optimal dari seluruh pihak, alhamdulillah semua diberi kemudahan dan warga pun tidak memberikan reaksi yang berlebihan.

“Apresiasi kami sampaikan kepada Angkasa Pura I yang telah melakukan kerja sama yang baik dengan Pemda dan warga. Selanjutnya, kami siap membantu dan melayani warga yang direlokasi tersebut dengan sebaik-baiknya,” tutur Hasto.

Dengan demikian, lahan seluas 587,3 hektar di Kecamatan Temon, Kulon Progo ini siap untuk memasuki tahapan pembangunan fisik Bandara Internasional Yogyakarta, yang akan dilakukan oleh kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PTPP).

Pada April 2019, ditargetkan landas pacu sepanjang 3.000 meter dan taxiway tuntas 100 persen, sementara apron dan bangunan terminal selesai 50 persen, sehingga bandara sudah bisa dioperasikan.

“Dengan kondisi ini saja, artinya sudah 5 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto. Secara keseluruhan, Bandara Internasional Yogyakarta ini ditargetkan selesai pada Triwulan I tahun 2020,” kata Pandu.

Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, pihaknya akan melakukan percepatan pekerjaan fisik Bandara Internasional Yogyakarta ini.

“Kami tetap optimistis target tidak akan meleset. Harapan masyarakat sudah sangat tinggi, jangan sampai harapan masyarakat tidak terkabul. Untuk itu, kami akan mengupayakan dapat selesai secepatnya. Kami akan memonitor secara khusus proyek ini,” ungkapnya. (omy)