Angkasa Pura 2

Rekayasa Lalu Lintas di Tol Dalam Kota Perlu Koordinasi, Tapi Tak Benar Akan Ada Penutupan 40 Gerbang Tol

KoridorSabtu, 21 Juli 2018
20120822_Aktifitas_Jalan_Tol_Dalam_Kota_Jakarta_9506-600x400

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Implementasi rekayasa lalu lintas (lalin) di jalan tol dalam kota  Jakarta untuk kelancaran transportasi penyelenggaraan Asian Games di Jakarta Agustus mendatang masih perlu dikoordinasikan dengan semua instansi yang terlibat.

“Namun tidak benar, jika ada  informasi yang beredar viral saat ini yang menyebutkan bahwa 40 pintu tol di jalan tol dalam kota akan ditutup sebagai bentuk rekayasa lalin tersebut,” sebut siaran pers BPTJ yang diterima BeritaTrans.com, di Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

Rekayasa lalin di jalan tol dalam kota yang diusulkan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) meliputi penutupan beberapa pintu tol secara tetap (permanen) dalam jam-jam tertentu, buka tutup pintu tol sesuai kondisi di lapangan (diskresi petugas di lapangan) serta penyediaan lajur khusus angkutan umum (bus) yang akan digunakan juga untuk lajur kendaraan official dan atlet.

Penutupan pintu tol diprioritaskan pada rute  terkait dengan Gelora Bung Karno (GBK), Veledrome dan Cibubur dengan rincian sebagai berikut :

Penutupan pintu tol secara permanen pada pukul 06.00 sampai  17.00 WIB

1. Ancol Barat

2. Jembatan Tiga 1

3. Angke 2

4. Tanjung Duren

5. Off Ramp RS Harapan Kita

6. Slipi 2

7. Podomoro

8. Rawamangun

9. Pedati

10. TMII

Penutupan pintu tol secara permanen pada pukul 12.00  sampai 21.00 WIB

1. Gedong Panjang 2

2. Jembatan Tiga 2

3. Angke 1

4. Jelambar 1

5. Slipi 1

6. Sunter

7. Jatinegara

8. Kebon Nanas

9. TMII

Usulan BPTJ dilakukan berdasarkan kajian komprehensif yang sudah dilakukan beberapa bulan lalu. Hasil kajian BPTJ menunjukkan tidak cukup hanya perluasan kebijakan ganjil genap di arteri guna menunjang kelancaran transportasi Asian Games.

Oleh karenanya BPTJ merekomendasikan paket 3 kebijakan yang saling terkait. Dan kebijakan  melibatkan dan harus didukung banyak pemangku kepentingan yang ada.

Paket kebijakan  tersebut adalah  pertama manajemen rekayasa lalu lintas,  kedua penyediaan angkutan umum dan ketiga pengaturan lalu-lintas angkutan barang.

Perluasan ganjil genap di arteri dan rekayasa lalu lintas di jalan tol dalam kota merupakan bagian dari kebijakan pertama yaitu manajemen rekayasa lalu lintas.(helmi)